Halaman

Rabu, 22 Juni 2011

6 Jurus Jitu Belajar Bahasa Inggris

Bahasa Inggris merupakan bahasa asing utama yang sangat dibutuhkan saat ini. Di sekolah, di kantor dan dimanapun bahasa inggris merupakan bahasa yang diperlukan untuk memperlancar komunikasi dengan dunia luar.
Tapi untuk sebagian orang, bahasa inggris memanglah hal yang sulit. Tapi tentu masih ada jalan untuk bisa memahaminya.

Ada banyak cara yang bisa menjadi jembatan agar kita bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris: orang-orang di perjalanan, bisnis, pendidikan, hobbi, para teman atau keluarga.

Tetapi, “Dapatkah aku benar-benar mengembangkan ketrampilan-ketrampilan komunikatif dengan menggunakan lidah baru?” Jawabnya: DAPAT. Syaratnya anda harus melaksanakan dan mempraktekkan tips cepat ini dalam hidup sehari-hari.
1.Mengambil kursus pendek:
Sejumlah kursus-kursus bahasa sekarang tersedia di mana-mana, di universitas atau perguruan tinggi lokal. Internet demikian juga banyak yang memberi layanan kursus bahasa asing. Silakan ketik kata kunci seperti: learning English, atau belajar bahasa Inggris online, kursus bahasa Inggris, dsb. Nah, ambillah kursus bahasa Inggris ini untuk memulai usaha anda.

2.Mimicking:
“Mom, he’s mocking me!” “Ibu, ia sedang mengejek aku!” Pernahkah anda mendengar keluhan ini bila setelah adikmu yang paling kecil menirukan dari orang lain? Seseorang menirukan kata, bunyi – dalam pidato, termasuk segala aksi panggung. Itu disebut mimicking dan cara itu sangat efektif bagi anda untuk belajar speaking.

Prosedur sangat sederhana, anda mengulangi persisnya, kata demi kata, segala yang dikatakan oleh model tersebut. Model itu penyiar berita, karakter di sebuah komedi, pembawa cerita atau narrator, suara yang berasal dari radio atau operator kaset. Jangan cemas jika hasilnya belum sempurna. Anda akan belajar dengan berbahasa Inggris dengan lidah. Anda akan memperoleh kecepatan dan menenangkan cara ini dengan praktek langsung. Anda akan melakukan lebih cepat dibanding yang anda kira.

3.Membaca Dengan Suara Keras:
Salah satu terik belajar bahasa Inggris membaca dengan keras. Bacalah teks-teks bahasa Inggris dengan suara keras. Teknik tangguh ini tidak hanya mengembangkan ketrampilan-ketrampilan pengucapan kata-kata, berperan untuk meningkatan keterampilan mendengarkan, tatabahasa dan kosa kata juga. Pelajarilah bahasa Inggris dengan membaca.

4. Menonton TV: Jika anda sudah berlangganan TV kabel, adakah sebuah stasiun menyiarkan di dalam bahasa Inggris yang anda adalah tertarik akan? Banyak stasiun TV yang menyiarkan acaranya dengan menggunakan bahasa Inggris. Nah Anda bisa belajar bahasa Inggris dari menonton TV itu.

5.Mendengarkan Musik:
Mendengar musik merupakan tips dan trik belajar bahasa Inggris yang menyenangkan. Anda juga tidak asing dengan lagu-lagu bahasa Inggris, kan. Pilihlah lagu dengan syair yang mudah dan dinyanyikan dengan tempo yang lebih lambat. Anda juga bisa melakukan dengan karaoke bersama teman atau keluarga. Dengan bantuan internet, bahkan, anda dapat mencari lagu-lagu bahasa Inggris secara online. Di internet anda dapat mnemukan ratusan bahkan ribuan nyanyian online

6.Membaca:
Berhenti di perpustakaan untuk meminjam buku-buku tata bahasa dan materi belajar bahasa Inggris. Tatabahasa merupakan pemandu yang baik dalam belajar bahasa Inggris. Dan membaca secara umum merupakan modal awal belajar bahasa Inggris. Membacalah artikel bahasa Inggris sebanyak mungkin, dan anda akan menuai hasilnya.

Membaca juga bisa dipahami sebagai memahami orang lain. Pergilah ke tempat-tempat yang banyak dikunjungi oleh para penutur bahasa Inggris, seperti di restaurant, supermarket, tempat wisata, forum chatting, klub bahasa Inggris, atau ke mana saja, yang memungkinkan anda dapat berbicara dan mempraktekkan bahasa Inggris anda.

Selamat Mencoba!

Source : http://islam-download.net/cara-mudah-cepat/cara-cepat-belajar-bahasa-inggris.html

http://yasincyber.wordpress.com/2011/06/19/6-jurus-jitu-belajar-bahasa-inggris/

Langkah-Langkah Membuat VCD Pembelajaran

Guru di aman sekarang harus mampu membuat media pembelajaran. Khususnya berbasis IT. Tapi, banyka yang masih bingung bagaimana cara membuatnya. Nah, berikut ini adalah langkah-langkah membuat VCD Pembelajaran. 1. Tentukan materi
2. Buatlah Script atau algoritma atau scenario media
3. Buat media tiap tahap
4. Sulih Suara
5. Testing
6. Uji coba.

Satu factor yang harus diperhatikan ketika membuat media adalah kemudahan dalam menjalankan media. Untuk software bisa menggunakan Flash, Swish, atau yang lain. Namun saya rekomendasika dua software tersebut. Untuk merekam suara, anda bisa menggunakan Cool Edit pro.

Semoga terinspirasi
Wirausaha
http://yasincyber.wordpress.com/2011/06/21/langkah-langkah-membuat-vcd-pembelajaran/

Rabu, 15 Juni 2011

Google Maps

Google Maps adalah Peta Online atau Membuka peta secara online. kini dapat dilakukan secara mudah melalui servis gratis dari Google ini. bahkan, servis ini menyediakan API )Application Programming Interface) yang memungkinkan developer lain untuk memanfaatkan aplikasi ini di aplikasi buatannya. Tampilan GoogleMaps pun dapat dipilih, berdasarkan foto asli atau peta gambar rute saja.

http://jayaputrasbloq.blogspot.com/2011/06/definisi-atau-pengertian-istilah-google.html

Selasa, 14 Juni 2011

Kamis Dini Hari, Salah Satu Gerhana Bulan Terlama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, menyatakan peristiwa Kamis dini hari nanti berpeluang menjadi salah satu gerhana bulan total terlama sepanjang sejarah. "Lamanya saat total sekitar 100 menit karena posisi bulan nanti dekat dengan pusat bayangan bumi," ujar Thomas.

Ia menjelaskan, lama gerhana bulan total memang bergantung pada pertama, jarak lintasan bulan terhadap pusat bayangan bumi, dan kedua, jarak bulan terhadap bumi.

Secara umum, kata Thomas, tidak ada dampak signifikan dari gerhana bulan tersebut. Salah satu yang mungkin akan menarik perhatian adalah kemungkinan pasang air laut maksimum. "Hal tersebut terjadi karna posisi bumi, bulan, dan matahari hampir berbentuk garis lurus. Efek gabungan ketiganya adalah pasang maksimum," ujarnya.

Gerhana bulan total nanti bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Hanya saja khusus untuk masyarakat yang tinggal di wilayah Papua tidak akan bisa melihat fase akhir dari gerhana bulan total karena saat itu sudah pagi. "Namun dari wilayah Indonesia barat hingga tengah akan bisa menyaksikan seluruh fase dari gerhana tersebut," kata Thomas.
berpeluang menjadi salah satu gerhana bulan total terlama sepanjang sejarah. "Lamanya saat total sekitar 100 menit karena posisi bulan nanti dekat dengan pusat bayangan bumi," ujar Thomas.

Ia menjelaskan, lama gerhana bulan total memang bergantung pada pertama, jarak lintasan bulan terhadap pusat bayangan bumi, dan kedua, jarak bulan terhadap bumi.

Secara umum, kata Thomas, tidak ada dampak signifikan dari gerhana bulan tersebut. Salah satu yang mungkin akan menarik perhatian adalah kemungkinan pasang air laut maksimum. "Hal tersebut terjadi karna posisi bumi, bulan, dan matahari hampir berbentuk garis lurus. Efek gabungan ketiganya adalah pasang maksimum," ujarnya.

Gerhana bulan total nanti bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Hanya saja khusus untuk masyarakat yang tinggal di wilayah Papua tidak akan bisa melihat fase akhir dari gerhana bulan total karena saat itu sudah pagi. "Namun dari wilayah Indonesia barat hingga tengah akan bisa menyaksikan seluruh fase dari gerhana tersebut," kata Thomas.

Jumat, 10 Juni 2011

Kehilangan oleh: Rhoma Irama

Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Sungguh berat aku rasa kehilangan dia
Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga

‘Ku tahu rumus dunia semua harus berpisah
Tetapi kumohon tangguhkan, tangguhkanlah
Bukan aku mengingkari apa yang harus terjadi
Tetapi kumohon kuatkan, kuatkanlah

Azza oleh: Rhoma Irama

Azza... azza... azza...

Azza azza azza
Azza azza azza
Ku rasakan kasihmu
Sungguh ku rasakan
Ku rasakan sayangmu
Sungguh ku rasakan
Ku rasakan cintamu
Azza...

Apa yang aku minta
Engkau memberikan
Dan apa yang aku dambakan
Engkau menuluskan
Apa yang aku mau
Engkau sediakan
Dan apa yang aku harapkan
Engkau menjanjikan

Azza azza azza
Azza azza azza
Azza

Adakah yang sebaik dia
Adakah yang sebijak dia

Adakah yang setulus dia
Adakah yang seikhlas dia

Adakah
Adakah...

Azza azza azza
Azza azza azza

Ku rasakan kasihmu
Sungguh ku rasakan
Ku rasakan sayangmu
Sungguh ku rasakan
Ku rasakan cintamu
Azza...

Bila aku bersedih
Engkau menghiburkan
Apabila aku merana
Engkau bahagiakan
Bila aku bersalah
Engkau memaafkan
Apabila aku terlena
Engkau menyadarkan

Azza azza azza
Azza azza azza
Azza

Azza azza azza
Azza azza azza
Azza

Azza azza azza
Azza azza azza
Azza

Kamis, 09 Juni 2011

pertumbuhan dan perkembangan anak

BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Dalam kehidupan anak ada dua proses yang beroperasi secara kontinu yaitu pertumbuhan dan perkembangan secara bergantian.kedua proses ini berlangsung secara interpendensi, artinya saling bergantung antara satu dengan yang lain
Seorang anak mungkin memulai pendidikan formalnya ditingkat taman kanak-kanak pada usia 4 atau 5 tahun. Sejak seorang bayi mulai berkomunikasi dengan orang lain sejak itu pula bahasa diperlukan,perkembangan bahasa adalah meningkatnya kempuan penguasaan alat berkomunikasi,baik secara lisan maupun tertulis. Wechlet (1958) merumuskan inteligensi sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta kemampuan mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif
Istilah inteligensi telah banyak digunakan,terutama dalam bidang psikologi dan pendidikan namun secara definitif istilah itu tidak mudah dirumuskan.
1.2Tujuan Penulisan
Ada pun tujuan dari penulisan makalah ini agar kita dapat mengetahui perkembangan peserta didik, sehingga kita bisa tahu bagaimana dan apa tujuan kita untuk memahami apa yang terjadi. Sehingga memotifasi kita untuk mengkajinya.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan
Psikologi perkembangan merupakan cabang psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan individu dari mulai masa konsepsi sampai mati.
4 pendekatan perkembangan meliputi : Kognitif, Belajar lingkungan, Etologi dan Imam Al Ghazali.
1. Pendekatan kognitif
a. Model dari Piaget
1. Sensomotoris 1-2 tahun pengetahuan dengan interaksi fisik
2. Praoperasional 2 – 6 tahun menggunakan symbol-simbol
3. Operasi konkret 6-11 tahun memecahkan masalah secara logis
4. Operasi formal 11tahun operasi mental tingkat tinggi
b. Model pemrosesan informasi
Input (lingkungan dan rangsangan)———-Proses (mengolah dan menyusun informasi) ————-output (tingkah laku)
c. Model Kognisi sosial —-kebudayaan menentukan perkembangan
2. Pendekatan belajar atau lingkungan
Perubahan tingkah lagu karena proses pengkondisian dan pembelajaran, Skinner membagi dua
a.Respondent Behavior : adanya tingkah laku karena reflek akibat adanya rangsangan dapat berupa respon fisik dan respon emosional.
b.Operand Behavior : tingka laku sukarela krena dampak atau konsekuensi. Yang baik menyenangkan akan cenderung diulang dn yan tidak menyenangkan ditinggal.
3. Pendekatan etologi
Pendekatan etologi yaitu Tingkah laku yang muncul karena bawaan (genetis).
Ciri-ciri Perkembangan :
- Menghalami perubahan fisik dan psikis
- Perubahan proporsi fisik dan psikis
- Hilangnya tanda-tanda lama fisik dan psikis
- Timbulnya tanda tanda baru aspek fisik dan psikis
Prinsip-Prinsip Perkembangan
- Perkembangan proses yang tidak pernah berhenti
- Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi
- Perkembangan mengikuti pola dan arah tertentu
- Perkembangan terjadi dalam tempo berlainan
- Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas
- Setiap individu yang normal mengalami fase perkembangan
Tumbuh Kembang anak-anak pada masa sekolah
Pertumbuhan dan perkembangan normal:
- Perkembangan dari struktur, fungsi organ, psikomotor, kognitif, dan emosipada masa sekolah (GDS K41-Pediatric)
Faktor jangkitan yang mempengaruhi tumbuh kembang:
- Jangkitan parasit (GDS K42-Parasitologi)
Perkembangan mental emosional pada kanak-kanak:
- Perkembangan psikoseksual, psikokognitif, psikososial, dan Moral (GDS K43-Psychiatry)
- Gangguan perkembangan mental emosional dan penanganannya (GDS K44-Psychiatry)
Monitoring tumbung kembang:
- Penilaian status nutrisi (GDS K45&K46-Pediatric)
- Deteksi awal gangguan tumbuh kembang (GDS K47&K48-Pediatric)
- Perbaikan status nutrisi (GDS K49&K50-Pediatric)
Tumbuh Kembang Bayi Pada Kanak-Kanak Kecil
Pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi dan kanak-kanak kecil:
- Perkembangan dari struktur dan fungsi organ, psikomotor, kognitif, serta emosi pada masa bayi dan kanak-kanak kecil (GDS K21&K22-Pediatric)
Keperluan fizik biologi yang mempengaruhi tumbuh kembang:
- Asupan susu ibu dan penyusuan (GDS K23&K24-Pediatric)
- Keperluan nutrisi pada tiap tahapan pertumbuhan (GDS K25&K26-Nutrisi)
- Pemberian makanan pada kanak-kanak (GDS K27-Pediatric)
- Pendidikan nutrisi dan Ilmu Kesihatan Keluarga (GDS K28-Nutrisi)
- Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan kanak-kanak (GDS K29-Nutrisi)
- Ubat-ubatan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kanak-kanak (GDS K30-Farmakologi)
- Pemaparan bahan aktif yang mempegaruhi tumbuh kembang anak (GDS K31-Farmakologi)
Penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan:
- Down's syndrome (GDS K32-Pediatric)
- Kelainan pada kelenjar tiroid (GDS K33-Pediatric)
- Diabetes Mellitus (GDS K34-Pediatric)
- Kelainan pertumbuhan (GDS K35-Pediatric)
- Kegagalan untuk berkembang maju (GDS K36-Pediatric)
- Gangguan perkembangan motorik dan bahasa (GDS K37&K38-Pediatric)

Pemeriksaan laboratorium dan interpretasi:
- Pemeriksaan laboratorium dan interpretasi untuk menegakkan diagnosa kelainan tumbuh kembang (GDS K39&K40-Patologi Klinik)
Tumbuh Kembang Neonatus dan Perinatal
Pertumbuhan dan perkembagan:
- Konsep dasar (GDS K1-Pediatric)
- Pengaruh perubahan lingkungan intra uterus menjadi lingkungan extra uterus terhadap berbagai sistem tubuh (GDS K2&K3-Fisiologi)
- Perkembangan tulang dan sistem saraf (GDS K4&K5-Anatomi)
- Perkembangan struktur dan fungsi organ serta, psikomotor pada masa neonatus dan perinatal (GDS K6&K7-Pediatric)
Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang:
- Hormon dan faktor pertumbuhan pada tumbuh kembang (GDS K8-Biokimia)
- Fisiologi endokrin pada masa pertumbuhan (GDS K9-Fisiologi)
- Mikroorganisme patogen pada pertumbuhan da perkembangan:
(a) Bakteria (GDS K10-Mikrobiologi)
(b) Virus (GDS K11-Mikrobiologi)
(c) Kulat (GDS K12-Mikrobiologi)
Gangguan pada masa neonatus dan bayi:
- Jangkitan dan kejang pada neonatus (GDS K13-Pediatric)
- Neonatus risiko tinggi (GDS K14-Pediatric)
- Trauma lahir (GDS K15-Pediatric)
- Sistem endokrin (GDS K16-Pediatric)
- Gangguan nafas pada neonatus (GDS K17-Pediatric)
- Hiperbilirubinemia pada neonatus (GDS K18-Pediatric)
- Hipotermia pada neonatus (GDS K19-Pediatric)
Pemeriksaan laboratorium dan interpretasinya:
- Pemeriksaan laboratorium yang sering dilakukan pada neonatus dan bayi serta interpretasinya (GDS K20-Patologi Klinik)
2.2Karakteristik Personaliti
Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik-karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Pada masa ia ada keyakin, kepribadian terbawa pembawaan (heredity)dan lingkungan; merupakan dua faktor yang terbentuk karena faktor terpisah, masing-masing mempengaruhi kepribadian dan kemampuan individu bawaan dan lingkungan dengan caranya sendiri-sendiri.Namun kemudian makin didasari bahwa apa yang dipikirkan dan dikerjakan seseorang, atau apa yang dirasakan oleh seorang anak,remaja atau dewasa, merupakan hasil dari perpaduan antara apa yang ada di antara faktor-faktor biologis yang diturunkan dan pengruh lingkungan.
Seorang anak mungkin memulai pendidikan formalnya di tingkat taman kanak-kanak pada usia 4 atau 5 tahun.Pada awal,ia memasuki sekolah mungkin tertunda sampai ia berusia 5 atau 6 tahun.Tanpa memperdulikan berapa umur seorang anak, karakteristik pribadi dan kebiasaan-kebiasaan yang dibawanya ke sekolah akhirnya tebentuk oleh pengaruh lingkungan dan hal itu tampaknya mempunyai penting terhadap keberhasilanya di sekolah dan masa perkembangan hidupnya di kelak kemudian.
Seorang bayi yang baru lahir merupakan hasil dari dua garis keluarga, yaitu garis keluarga ayah dan garis keluarga ibu. Sejak saat terjadinya pembuahan atau konsepsi kehidupan yang itu secara berkesinambungan dipengaruhi oleh banyak dan macam-macam faktor lingkungan yang merangsang. Masing-masing perangsang tersebut,baik secara terpisah atau terpadu dengan rangsangan lain, semuanya membantu perkembangan potensi-potensi biologis demi terbentuknya tingkahlaku manusia yang dibawa sejak lahir. Hal itu akhirnya membentuk suatu pola karakteristik tingkahlaku yang dapat mewujudkan seseorang sebagai individu yang berkarakteristik berbeda dengan individu-individu lain.
2.3Perkembangan Bahasa
Bahasa adalah salah satu alat komunikasi. Melalui bahasa manusia dapat saling berhubungan (berkomunikasi ), saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, dan meningkatkan kemampuan intelektual. Proses perkembangan bahasa yang baik selalu dimulai dari sejak dini. Kesempatan anak untuk bercerita, berkomunikasi dengan yang lain akan sangat membantu perkembangan bahasa tersebut. Pembelajaran dengan PMRI yang banyak memberi kesempatan kepada anak untuk berbicara, mengungkapkan ide dan gagasan, berkomunikasi dengan yang lain untuk membuat kesepakatan merupakan langkahlangkah yang baik untuk mengembangkan bahasa anak tersebut.
Ketika peneliti melakukan pendampingan pelaksanaan PMRI di kelas 1 SD Kanisius Demangan Baru 2 Yogyakarta, siswa-siswi kelas 1 dapat mengembangkan sebuah soal cerita yang menarik dan runtut dari sebuah topik pembelajaran berhitung. Mereka dapat mengungkapkan ide atau gagasan tertentu secara lisan. Hal seperti itu tidak banyak dijumpai dalam pembelajaran konvensional. Karena dalam pembelajaran konvensional biasanya anak dengan diam dan tekun mengerjakan tugas sesuai perintah guru. Mereka jarang diberi kesempatan untuk mengungkapkan ide, bercakap-cakap atau berkomunikasi dengan yang lain. Hal-hal tersebut di ataslah menjadi dasar peneliti untuk membuat sebuah penelitian tentang “Hubungan antara PMRI dengan Proses Perkembangan Bahasa Anak Didik ”.
A.Unsur Kontekstual dan Perkembangan Bahasa Anak
Kontekstual adalah pembelajaran matematika dengan PMRI di mana bahan ajar mengambil bahan-bahan yang dekat dengan anak, sudah dikenal oleh anak, dan menarik perhatian bagi anak tersebut. Unsur kontekstual pada penelitian ini ditunjukkan dengan memberikan tugas menceritakan gambar yang mudah dikenali oleh anak seperti, situasi sekolah saat istirahat, koperasi sekolah, makanan, minuman yang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pada hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa dengan pembelajaran model PMRI, di mana anak belajar pada halhal yang bersifat kontekstual, anak dapat semakin berkembang daya pikirnya. Daya pikir tersebut dapat dilihat dari kemampuan dia untuk dapat mengungkap lebih banyakinformasi dari sumber-sumber belajar, dalam penelitian ini sumber belajar berasal dari tugas menceritakan gambar. Sedangkan pada subyek 2, dapat diketahui bahwa pemberian tugas yang bersifat kontekstual dapat membantu anak untuk mengembangkan bahasa matematisnya. Anak tersebut dapat mengungkap ide yang terdapat di dalam gambar secara rinci, baik dari cara dia untuk menyebutkan berbagai kegiatan dan jumlah anak yang melakukan kegiatan tersebut. Untuk subyek 2 ini, peneliti tidak banyak memberikan pancingan pertanyaan. Karena sifat dasar dari subyek 2 tersebut adalah anak yang suka berbicara , terutama jika berada di dalam kelas. Baik subyek 1 maupun 2, pada dasarnya dapat menceritakan dengan bahasa yang baik dan runtut, walaupun untuk subyek satu , anak harus banyak dipancing dengan pertanyaan-pertanyaan agar mau bercerita, karenasifat subyek 1 adalah pendiam. Namun ketika diminta untuk menuliskan ide yang dapat ditangkap dari gambar yang diberikan , ia dapat mengungkap dengan bahasa yang lebih baik dan tulisan yang lebih rapi. Untuk subyek 1, yang berkembang adalah bahasa non matematis.
B.Unsur Negosiasi dan Perkaembangan Bahasa Anak
Negosiasi adalah kemampuan seseorang untuk menawar, beradu argumentasi, saling memberi pendapat, dan membuat kesepakatan sehingga mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Pada hasil penelitian ini, unsur negosiasi anak dan perkembangan bahasa pada anak tidak begitu nampak. Bahasa negosiasi anak yang ia kemukakan hanya sebatas bahwa ia sudah tidak mampu lagi untuk dapat mengungkap kembali ide cerita yang ia perhatikan dari gambar tersebut. Hal ini terjadi baik pada subyek 1 maupun subyek 2. Pada subyek 1, unsur negosiasi muncul ketika ia memilih gambar yang ia sukai untuk diceritakan dan ketika ia mengatakan “sudah” atau “tidak” saat ia tidak mau atau sudah tidak ada lagi yang dapat diungkap dari gambar tersebut. Demikian pula pada subyek 2, unsur negosiasi muncul saat peneliti meminta dia untuk mengungkap ide lebih banyak lagi dari gambar yang ia perhatikan, sedangkan ia sudah tidak mampu lagi untuk bercerita. Unsur negosiasi pada penelitian ini hanya sedikit membantu perkembangan bahasa anak, terutama bahasa non matematisnya.
C.Unsur Reinventioan dan Perkambangan Bahasa Anak
Reinvention atau penemuan sendiri oleh anak adalah proses belajar di mana anak diberi kesempatan sendiri untuk menemukan sendiri isi pembelajaran dan tujuan pembelajaran, sehingga pengetahuan anak akan terbangun dengan sendirinya. Pada penelitian ini dapat di ketahui bahwa unsur reinvention yang terdapat di dalam tugas tersebut dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak, baik bahasa non matematis dan bahasa matematis. Hal ini terutama terjadi pada subyek 2. Setiap dia diberi kesempatan untuk menemukan dan mengungkap isi gambar, ia dapat menjelaskan secara rinci. Ia tidak hanya menyebutkan macam-macam kegiatan, barang yang nampak, namun juga mampu membandingkan lebih banyak atau lebih sedikit jumlah atau harga barang, menjumlahkan dan juga memberi penjelasan cara menghitung.
2.4Perkembangan Kecerdasan
Kemampuan perkembangan kecerdasan adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta kemampuan mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif. Rumusan tersebut mengungkapkan bahwa makna kecerdasan mengandung unsur-unsur yang sama dengan yang dimaksudkan dalam istilah kecerdasan yang menggambarkan kemampuan setiap orang dalam berfikir dan/atau bertindak. Berhubungan dengan masalah kemampuan itu, para ahli psikologi telah mengembangkan berbagai alat ukur untuk menyatakan tingkat kemampuan berfikir. Salah satu tes intelegansi yang terkenal adalah tes yang dikembangkan oleh Alfret Binet(1857-f1911). Binet adalah seorang ahli ilmu jiwa (psycholog) prancis, merintis mengembangkan tes intelegensi yang agak umum dengan sebutan intelligence Quotient yang disingkat IQ Artinya perbandingan kecerdasan.
Apabila tes tersebut diberikan kepada anak umur tertentu dan ia dapat menjawab dengan betul seluruhnya, berarti umur kecerdasannya (MA) sama dengan umur kalender (CA) maka nilai IQ yang di dapat anak itu sama dengan 100. Misalnya 6 tahun hanya dapat menjawab tes untuk anak umur S tahun, akan di dapati nilai IQ dibawah 100 dan ia menyatakan sebagai anak berkempuan di bawah normal; sebaliknya bagi anak umur S tahun dapat menjawab dengan benar tes yang diperuntukan bagi anak umur 6 tahun,maka nilai IQ anak itu di atas 100, dan ia dikatakan sebagai anak yang cerdas.
Pada usia remaja, IQ dihitung dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan yang terdiri dari berbagai soal (hitungan, kata-kata, gambar-gambar, dan semacamnya) dan menghitung berapa banyaknya pertanyaan yang dapat dijawab dengan benar kemudian membandingkannya dengan sebuah daftar (yang dibuat berdasarkan penelitian yang terpercaya).
Kecerdasan Anak
Howard Gardner dalam bukunya yang berjudul “Multiple Intelligences” mengatakan bahwa skala kecerdasan yang selama ini dipakai ternyata memiliki banyak keterbatasan sehingga kurang dapat meramalkan kinerja yang sukses untuk masa depan seseorang. Gambaran mengenai spektrum kecerdasan yang luas telah membuka mata para orangtua maupun guru tentang adanya wilayah-wilayah yang secara spontan akan diminati oleh anak-anak dengan semangat yang tinggi. Dengan demikian, masing-masing anak tersebut akan merasa pas menguasai bidangnya masing-masing. Bukan hanya cakap pada bidang tersebut yang memang sesuai dengan minatnya, namun juga akan sangat menguasainya sehingga menjadi amat ahli.
Menurut Gardner, kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur: Kecerdasan matematika – logika, Kecerdasan bahasa, Kecerdasan musikal, Kecerdasan visual spasial, Kecerdasan kinestetik, Kecerdasan inter-personal, Kecerdasan intra-personal, Kecerdasan naturalis
Kecerdasan Matematika–Logika
Kecerdasan ini sendiri memuat kemampuan seseorang dalam berpikir secara induktif dan deduktif, kemampuan berpikir menurut aturan logika, memahami dan menganalisis pola angka-angka serta memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir.
Anak-anak dengan kecerdasan matematika-logika tinggi cenderung menyenangi kegiatan menganalisis dan mempelajari sebab-akibat terjadinya sesuatu. Ia menyenangi berpikir secara konseptual, yaitu misalnya menyusun hipotesis, mengadakan kategorisasi dan klasifikasi terhadap apa yang dihadapinya. Anak-anak semacam ini cenderung menyukai aktivitas berhitung dan memiliki kecepatan tinggi dalam menyelesaikan problem matematika.
Apabila kurang memahami, maka mereka akan cenderung untuk bertanya dan mencari jawaban atas hal yang kurang dipahami tersebut. Anak-anak ini juga sangat menyukai berbagai macam permainan yang banyak melibatkan kegiatan berpikir aktif, seperti: catur, bermain teka-teki, dan sebagainya.
Kecerdasan Bahasa
Kecerdasan ini memuat kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa dan kata-kata, baik secara tertulis maupun lisan dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya.
Anak-anak dengan kecerdasan bahasa yang tinggi, umumnya ditandai dengan kesenangannya pada kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan suatu bahasa seperti: membaca, menulis karangan, membuat puisi, menyusun kata-kata mutiara, dan sebagainya. Anak-anak seperti ini juga cenderung memiliki daya ingat yang kuat misalnya terhadap nama-nama seseorang, istilah-istilah baru maupun hal-hal yang sifatnya detail. Mereka cenderung lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan dan verbalisasi. Dalam hal penguasaan suatu bahasa baru, anak-anak ini umumnya memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak lainnya.
Kecerdasan Musikal
Kecerdasan ini memuat kemampuan seseorang untuk peka terhadap suara-suara non verbal yang berada di sekelilingnya, termasuk dalam hal ini adalah nada irama.
Anak-anak jenis ini cenderung senang sekali mendengarkan nada dan irama yang indah, apakah itu melalui senandung yang dilagukannya sendiri, mendengarkan kaset, radio, pertunjukkan orkestra atau alat musik yang dimainkannya sendiri. Mereka juga lebih mudah mengingat sesuatu dan mengekspresikan gagasan-gagasannnya apabila dikaitkan dengan musik.
Kecerdasan Visual Spasial
Kecerdasan ini memuat kemampuan seseorang untuk memahami secara lebih mendalam mengenai hubungan antara obyek dan ruang. Anak-anak ini memiliki kemampuan misalnya untuk menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannnya, atau kemampuan untuk menciptakan bentuk-bentuk tiga dimensi seperti dijumpai pada orang dewasa yang menjadi pemahat patung atau arsitek suatu bangunan. Kemampuan membayangkan suatu bentuk nyata dan kemudian memecahkan berbagai masalah sehubungan dengan kemampuan ini adalah hal yang menonjol pada jenis kecerdasan visual spasial ini. Anak-anak demikian akan unggul dalam permainan mencari jejak pada suatu kegiatan di kepramukaan misalnya.
Kecerdasan Kinestetik
Kecerdasan ini memuat kemampuan seseorang untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah. Hal ini dapat dijumpai pada anak-anak yang unggul pada salah satu cabang olah raga, seperti misalnya: bulu tangkis, sepak bola, tenis, renang, basket, dan sebagainya. Atau bisa pula tampil pada anak-anak yang pandai menari, terampil bermain akrobat atau unggul dalam bermain sulap.
Kecerdasan Inter-personal
Dalam kecerdasan ini,menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain, sehingga mudah dalam bersosialisai dengan lingkungan di sekelilingnya. Kecerdasan semacam ini juga sering disebut sebagai kecerdasan sosial, dimana seorang anak mampu menjalin persahabatan yang akrab dengan teman-temannya, juga termasuk kemampuan seperti memimpin, mengorganisasi, menangani perselisihan antar teman, memperoleh simpati dari anak yang lain, dan sebagainya.
Kecerdasan Intra-personal
Kecerdasan intra-personal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri. Ia cenderung mampu untuk mengenali berbagai kekuatan mapun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri. Anak-anak semacam ini senang melakukan introspeksi diri, mengoreksi kekurangan maupun kelemahannnya, kemudian mencoba untuk memperbaiki diri. Beberapa diantaranya cenderung menyukai kesunyian dan kesendirian, merenung dan berdialog dengan dirinya sendiri.
Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan Naturalis yaitu kemampuan seseorang untuk peka terhadap lingkungan alam. Misalnya senang berada di lingkungan alam yang terbuka seperti pantai, gunung, cagar alam, hutan, dan sebagainya. Anak-anak dengan kecerdasan seperti ini cenderung suka mengobservasi lingkungan alam seperi aneka macam bebatuan, jenis-jenis lapisan tanah, aneka macam flora dan fauna, benda-benda di angkasa, dan sebagainya.
Melalui konsepnya mengenai kecerdasan multiple atau kecerdasan ganda ini, Gardner ingin mengoreksi keterbatasan cara berpikir yang konvensional mengenai kecerdasan. Dimana kecerdasan seolah-olah hanya terbatas pada apa yang diukur oleh beberapa test intelegensi yang sempit saja, atau sekedar melihat prestasi yang ditampilkan seorang anak melalui ulangan maupun ujian di sekolah belaka.
Teori Gardner ini kemudian dikembangkan dan juga semakin dilengkapi oleh para ahli lain. Di antaranya adalah Daniel Goleman melalui bukunya yang terkenal “Emotional Intelligence” atau Kecerdasan Emosional.
Dari ke tujuh spektrum kecerdasan yang dikemukakan oleh Gardner di atas, Goleman mencoba memberi tekanan pada aspek kecerdasan intra-personal atau antar pribadi. Inti dari kecerdasan ini adalah mencakup kemampuan untuk membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan hasrat keinginan orang lain. Namun menurut Gardner kecerdasan antar pribadi ini lebih menekankan pada aspek kognisi atau pemahaman. Sementara faktor emosi atau perasaan kurang diperhatikan. Padahal menurut Goleman, faktor emosi ini sangat penting dan memberikan suatu warna yang kaya dalam kecerdasan antar pribadi ini.
2.5Perbandingan Gender
Pengertian jender
Kata “Gender” berasal dari bahasa inggris, gender, berarti “jenis kelamin” dalam Websters New World Dictionari, jender di artikan sebagaiperbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan di lihat dari segi nilai dan tingkah laku.
Di dalam Womens Studies Encyclopedia di jelaskan bahwa jender adalah suatu konsep cultural yang berupaya membuat pembedaan dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat.
Hilari M. Lips dalam bukunya yang terkenal Sex dan Gender: an introduction mengartikan jender sebagai harapan-harapan budaya terhadap laki-laki dan perempuan. Pendapat ini sejalan dengan pendapat umumnya kaum feminis seperti Linda L. Lindsey, yang menganggap semua ketetapan masyarakat prihal penentuan seseorang sebagai laki-laki atau perempuan adalah termasuk bidang kajian jender.
H.T. Wilson dalam Sex dan Gender mengartikan jender sebagai suatu dasar ntuk menentukan perbedaan sumbangan laki-laki dan perempuan pada kebudayaan dan kehidupan kolektif yang sebagai akibatnya mereka menjadi laki-laki dan perempuan. Elaine Showalter mengartikan jender lebih dari sekedar perbedaan laki-laki dan perempuan di lihat dari kontruksi social budaya.ia menekankan sebagai konsep analisis yang dapat di gunakan untuk menjelaskan sesuatu.Meskipun kata gender belum masuk dalam perbendaharaan dalam kamus besar Indonesia, istilah tersebut suda lazim digunakan, khususnya di kantor menteri Negara urusan peranan wanita dengan ejaan “jender”. Jender di artikan sebagai “interpretasi mental dan cultural terhadap perbedaan kelamin yakni laki-laki dan perempuan.jender biasanya di pergunakan untuk menunjukkan pembagian kerja yang di anggap tepat bagi laki-laki dan perempuan.
Dari berbagai definisi di atas dapat di simpulkan bahwa jender adalah suatu konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan di lihat dari segi social budaya. Jender dalam arti ini mendefinisikan laki-laki dan perempuan dari sudut non-biologis.
Perbedaan sex dan gender
Gender secara umum digunakan untuk mengiandentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dari segi social budaya. Sementara itu, sex secara umum digunakan untuk mengidentikasi perbedaan antara laki-laki dan perempuan dari segi anatomi biologi.studi jender lebih menekankan perkembangan aspek ,askulinitas atau feminitas seseorang.untuk proses pertumbuhan anak menjadi seorang laki-laki atau menjadi seorang perempuan, lebih banyak digunakan istilah jender dari pada istilah sex. Istilah sex umumnya digunakan untuk merujuk kepada persoalan reproduksi dan aktifitas seksual, selebihnya digunakan istilah jender.
Identitas jender
Ketika seorang anak di lahirkan, maka pada saat itu anak sudah dapat di kenali, apakah seorang anak laki-laki atau seorang anak perempuan, berdasarkan alat jenis kelamin yang di milikinya. Jika anak itu mempunyai alat klamin laki-laki (penis) maka ia dikonsepsikan sebagai anak laki-laki dan jika memiliki alat kelamin perempuan (vagina) maka ia dikonsepsikan sebagai anak perempuan.begitu seorang anak di lahirkan, maka pada saat yang sama ia memperoleh tugas dan beban jender dari lingkungan budaya masyarakatnya.beban jender seseorang tergantung dari nilai-nilai budaya yang berkembang di dalam masyarakatnya.Dalam masyarakat patrilineal dan androsentris, sejak awal beban jender seorang anak laki-laki lebih dominan di banding anak perempuan.
2.6Kecerdasan Majemuk
Kecerdasan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan sukses gagalnya peserta didik belajar di sekolah. Peserta didik yang mempunyai taraf kecerdasan rendah atau di bawah normal sukar diharapkan berprestasi tinggi. Tetapi tidak ada jaminan bahwa dengan taraf kecerdasan tinggi seseorang secara otomatis akan sukses belajar di sekolah.
Kecerdasan majemuk (multi intelegence) terus menjadi topik yang tak habis-habisnya. Teori dari penelitian panjang Howard Gardner itu, sejak dipublikasikan pada tahun 1990-an itu terus mendapat sorotan. Bahkan terus dikembangkan yang konon kini sudah mencapai sekitar 11 jenis kecerdasan yang dimiliki setiap manusia.
Sejauh ini penerapannya dalam sistem pendidikan dan kehidupan keluarga juga terkesan sekedarnya. Untuk yang di sistem pendidikan masalahnya jelas karena sulitnya mengubah paradigma dan kebiasaan yang telah dianut. Sedangkan di dalam pendidikan di rumah mulai banyak diterapkan sebagai alternatif. Umum diketahui bahwa kecerdasan majemuk tidak mendapatkan apresiasi selayaknya disekolah. Di lembaga pendidikan formal ini hanya dua-tiga jenis kecerdasan yang diakui sebagai tolak ukur keberhasilan atau prestasi siswa. Khususnya kecerdasan yang menyangkut bahasa, matematika dan logika. Sebagai orangtua masa kini, kita sering kali menekankan agar anak berprestasi secara akademik di sekolah. Kita ingin mereka menjadi juara kelas dengan harapan ketika dewasa bisa memasuki perguruan tinggi bergengsi. Masyarakat pun mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci kesuksesan hidup di masa depan.
Padahal, kata penulis buku Anak Ajaib Andyda Meliala, kenyataanya tidak bisa dipungkiri sangat sedikit orang-orang sangat sukses di dunia yang juara kelas dimasa sekolah. Sebut Bill Gates (pemilik Microsoft) atau Tiger Wood (Pemain Golf), beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil dibidangnya.
Kandidat doktor ini menyatakan pengembangan kecerdasan majemuk mutlak diperlukan untuk menjamin masa depan anak. Sukses sekolah semata, kata dia tidak bisa jadi gantungan. Karena itu ayah dan ibu harus berusaha maksimal menemukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang dimiliki setiap anak.
Menurutnya penelitian mutakhir mengenai seluk-beluk otak makin membukakan mata perihal kecerdasan manusia. Bahwa ternyata, kecerdasan manusia tidak dapat disimpulkan hanya dari IQ karena nilai tes kecerdasan, yaitu kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematika.
Ibarat Tenda
Belakangan ini, makin banyak penelitian menegaskan bahwa tinggi rendahnya nilai tes IQ tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seseorang ketika dewasa. Tes IQ bukan mengukur kualitas yang dibutuhkan untuk sukses dalam pekerjaan, seperti kemauan keras, percaya diri, motivasi maupun kecerdasan sosial.
Tes juga tak mampu mengukur kinerja seseorang dalam menentukan prioritas, manajemen waktu dan efisiensi. Juga kreatifitas dan intuisi yang merupakan hal utama dalam ilmu pengetahuan dan seni. Kreativitas sering melibatkan kemampuan melihat sejumlah kemungkinan pemecahan atas satu masalah, sementara tes IQ menharuskan pilihan tunggalâ. Pada kenyataanya, walaupun nilai IQ seorang anak sangat tinggi, lanjut Andyda, tanpa pengasuhan yang mendukung kecerdasan anak (kurang stimulus, masalah keluarga, kurang tantangan, tanpa aturan yang jelas, kurang feedback, dan lain-lain), membuat nilai IQ pada suatu waktu bisa mengalami penurunan. Jadi, kalau IQ ataupun prestasi akademik tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seorang anak di masa depan, lalu apa? Kemudian apa yang harus dilakukan orang tua supaya anak-anak mempunyai persiapan cukup untuk masa depannya? Jawabannya adalah prestasi dalam kecerdasan majemuk, bukan hanya prestasi akademikâ, tandas dokter lulusan UGM itu. Menurut ibu Anak Berbakat Indonesia 2004 itu kemungkinan anak meraih sukses menjadi sangat besar jika anak dilatih untuk meningkatkan kecerdasan yang punya berbagai sisi itu. Dia menambahkan membangun seluruh kecerdasan anak ibarat membangun sebuah tenda yang mempunyai beberapa tongakat sebagai penyangganya.
Semakin sama tinggi tongkat-tongkat penyangganya, semakin kokoh pulalah tenda itu berdiri, ujar istri Edimon Ginting yang berkarir di IMF itu seraya berujar untuk menjadi sungguh-sungguh cerdas berarti memiliki skor tinggi pada seluruh jenis kecerdasan. Namun Andyda mengatakan sangat jarang seseorang memiliki tingkatan yang tinggi di semua bidang kecerdasan.
Biasanya, tuturnya orang yang benar-benar sukses memiliki kombinasi 4 atau 5 kecerdasan yang menonjol. Dia mencontohkan Albert Einsten, terkenal jenius di bidang sains, bermain biola dan matematika. Demikian pula Leonardo Da Vinci yang memiliki kecerdasan luar biasa dalam bidang olah tubuh, seni, arsitektur, matematika dan fisika.
Syaratkan Keterlibatan Orangtua
Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik saja tidak cukup bagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasanya secara maksimal. Justru peran orangtua dalam memberikan latihan-latuhan dan leingkungan yang mendukung jauh lebih penting dalam menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak. Para orangtua harus bisa menemukan bakat anak melalui kecerdasan majemuk, khususnya pada masa emas. Jumlahnya yang mencapai 9 jenis itu adalah, kecerdasan verbal-bahasa, matematika-logika, visual spasial (imajinasi), musik, interpersonal (bergaul), intrapersonal (cerdas diri), fisik, lingkungan dan spiritual, jelasnya.
Masa emas yang dimaksudkan, tambah ibu dua putra yang kini bermukim di Maryland, As, itu adalah sejak anak lahir sampai 6 tahun dimana pada usia-usia tersebut sel-sel syaraf otak mereka terbentuk sebesar 80%. Sementara potensi kemampuan anak berkembang 50% dalam enam tahun pertama tersebut.
Keterlibatan para orang tua secara aktif dalam mengasah mental dan stimulus si anak secara tepat sangat diperlukan mengingat mereka adalah orang yang setiap hari bersama si anak. Orangtua harus bersikap proaktif dan bukannya reaktif dalam mempelajari, mengantisipasi dan me-review aktifitas yang sudah dilakuakan anak-anak merekaâ. Aktifitas tersebut, lanjut Andyda, diharapkan menjadi suatu hal yang menyenangkan. Aspek menyenangkan penting, ujar perempuan Batak kelahiran Yogya pada 1967 itu, karena ketika si anak merasa enjoy dalam melakukan aktivitasnya maka otaknya akan berkembang lebih baik. Yang tak kalah penting adalah membangun harga diri dan citra diri si anak dengan memberikan tantangan dan komentar yang positif dan bukannya kritik pedas yang justru membuat si anak menjadi rendah diri dan takut menunjukan bakat dan talenta yang dimilikinya.
Ditambah dengan aturan dan feedback (umpan balik) yang membuat si anak merasa aman dan terlindungi, impian orangtua untuk membuat anak mereka menjadi ajaib bukanlah sekedar mimpiâ, tandas perempuan yang berprofesi sepenuhnya sebagai ibu rumah tangga ini.
Ia mencontohkan anak lelakinya, Timothy (8 th) yang menunjukkan berbagai talenta yang banyak membuahkan banyak penghargaan karena penerapan pola pengasuhan yang melibatkan orangtua secara aktif. Upaya mengembangkan bakat Timoty di bidang musik sejak 4,5 tahun berbuah penghargaan internasional pemain piano anak- anak berbakat.
Berbagi ilmu dari Profesor Gardner yang telah menemukan teori kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligences, bahwa ada banyak kecerdasan yang dimiliki setiap orang. Teori ini juga menekankan pentingnya “model” atau teladan yang sudah berhasil mengembangkan salah satu kecerdasan hingga puncak.
Dalam buku konsep dan makna pembelajaran (Sagala, 2005 : 84) memaparkan 8 kecerdasan yaitu kecerdasan verbal/bahasa, kecerdasan logika/matematika, kecerdasan spasial/visual, kecerdasan tubuh/kinestetik, kecerdasan musical/ritmik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan spiritual.
Mari kita bahas satu per satu kecerdasan di atas. Selain penjelasan bentuk kecerdasan, juga dikaitkan dengan pelajaran yang diajarkan di sekolah serta tokoh atau profesi yang memiliki kecerdasan tersebut.


1Kecerdasan Verbal (Bahasa)
Bentuk kecerdasan ini dinampakkan oleh kepekaan akan makna dan urutan kata serta kemampuan membuat beragam penggunaan bahasa untuk menyatakan dan memaknai arti yang kompleks.Berkaitan dengan pelajaran bahasa. William Shakespeare, Martin Luther King Jr, Soekarno, Putu Wijaya, Taufiq Ismail, Hilman “Lupus” Hariwijaya merupakan tokoh yang berhasil menunjukkan kecerdasan ini hingga puncak, demikian pula para jurnalis hebat, ahli bahasa, sastrawan, orator pasti memiliki kecerdasan ini.
2Kecerdasan Logika/Matematika
Bentuk kecerdasan ini termasuk yang paling mudah distandarisasikan dan diukur. Kecerdasan ini sebagai pikiran analitik dan sainstifik, dan bisa melihatnya dalam diri ahli sains, programmer komputer, akuntan, banker dan tentu saja ahli matematika.
Berkaitan dengan pelajaran matematika. Tokoh2 yang terkenal antara lain Madame Currie, Blaise Pascal, B.J. Habibie.
3.Kecerdasan Spasial/Visual
Bentuk kecerdasan ini umumnya terampil menghasilkan imaji mental dan menciptakan representasi grafis, mereka sanggup berpikir tiga dimensi, mampu mencipta ulang dunia visual.
Kecerdasan ini dapat ditemukan pada pelukis, pematung, programmer komputer, desainer, arsitek.
Berhubungan dengan pelajaran menggambar. Tokoh yang dapat diceritakan berkaitan dengan kecerdasan ini, misalnya Picasso, Walt Disney, Garin Nugroho.


4.Kecerdasan Tubuh/Kinestetik
Bentuk kecerdasan ini memungkinkan terjadinya hubungan antara pikiran dan tubuh yang diperlukan untuk berhasil dalam aktivitas2 seperti menari, melakukan pantomim, berolahraga, seni bela diri dan memainkan drama.
Sebut saja Michael Jordan, Martha Graham (penari balet), Susi Susanti. Kecerdasan ini berkaitan dengan pejaran olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler seperti menari, bermain teater, pantomim.
5.Kecerdasan Musical/Ritmik
Bentuk kecerdasan ini mendengarkan pola musik dan ritmik secara natural dan kemudian dapat memproduksinya. Bentuk kecerdasan ini sangat menyenangkan, karena musik memiliki kapasitas unutk mengubah kesadaran kita, menghilangkan stress dan meningkatkan fungsi otak.
Berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler. Tokoh2 yang sudah mengembangkan kecerdasan ini misalnya Stevie Wonder, Melly Goeslow, Titik Puspa.
6.Kecerdasan Interpersonal
Bentuk kecerdasan ini wajib bagi tugas2 ditempat kerja seperti negosiasi dan menyediakan umpan balik atau evaluasi. Berkaitan dengan pelajaran PPKn, sosiologi.
terapis, politikus, mediator menunjukkan bentuk kecerdasan ini. Mereka biasanya pintar membaca suasana hati, temperamen, motivasi dan maksud orang lain. Abraham Lincoln dan Mahatma Gadhi memanfaatkan kecerdasan ini untuk mengubah dunia.


7.Kecerdasan Intrapersonal
Bentuk kecerdasan ini merupakan kemampuan untuk memahami dan mengartikulasikan cara kerja terdalam dari karakter dan kepribadian. Kita sering menamai kecerdasan ini dengan kebijaksanaan.
Berkaitan dengan jurusan psikologi atau filsafat. Tokoh2 sukses yang dapat dikenalkan untuk memperkaya kecerdasan ini adalah para pemimpin keagamaan dan para psikolog.
8.Kecerdasan Spiritual
Bentuk kecerdasan ini dapat dipandang sebagai sebuah kombinasi dan kesadaran interpersonal dan kecerdasan intrapersonal dengan sebuah komponen “nilai” yang ditambahkan padanya.
Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan rohaniah, yang menuntun diri kita menjadi manusia yang utuh, berada pada bagian yang paling dalam diri kita.
Dengan beragamnya kecerdasan manusia, menjadikan peran guru amat penting untuk memberikan arahan pada apa yang cocok dan sesuai bagi para siswanya.
2.7Konsep Otak Kiri dan Kanan
Seorang ahli pengembangan potensi manusia asal Inggris, Tony Buzan,pada tahun 1960-an berhasil menemukan metode pemetaan pikiran yang melibatkan kedua sisi otak secara bersamaan, yaitu otak kanan dan otak kiri. Metode ini disebut dengan istilah Mind map yang merupakan teknik inovatif yang dapat membantu mebuka seluruh potensi dan kapasitas otak yang tesembunyi. Dalam metode ini otak tetap digunakan bekerja secara alami.
Otak manusia adalah massa protoplasma yang paling kompleks yang pernah di kenal did lam semesta ini. Inilah satu-satunya organ yang sangat berkembang sehingga ia dapat mempelajari dirinya sendiri. Jika di rawat oleh tubuh yang sehat dan lingkungan yang menimbulkan rangsangan, otak yang berfungsi dapat tetap aktif dan reaktif selama lebih dan seratus tahun.
Pada otak kiri- kanan: (Njiokiktjien 1997, NJiokiktjien2003)
a.Pemahaman dan pengenalan apa yang dilihat.
Mula mula anak belajar membaca melalui proses penglihatan, dimana
bentuk huruf dan kata harus dicamkan dan diingat; kemudian bentuk
tersebut diidentifikasi, diingat dan dihubungkan dengan bunyi
huruf/kata.
b. Hubungan antara deret huruf dan deret bunyi
Setelah ada proses pemahaman tentang apa yang dilihat, didalam otak
deretan huruf akan dirubah menjadi deretan bunyi, sehingga terjadi perekaman kata. Deretan huruf ini akan masuk dalam proses didaerah
pendengaran sehingga terjadi pemanggilan bunyi.
c. Menganalisa apa yang didengar.
Perbendaharaan kata pada permulaan bahasa bicara diwujudkan sebagai kesatuan bunyi,kemudian anak tahu bahwa satu kata terdiri dari beberapa bunyi tersendiri. Anak harus belajar untuk menganalisa apa yan didengar.
d. Pemahaman apa yang dibaca.
Bila sudah terdapat kemajuan dalam proses membaca, bacaan
tersebut harus dapat dimengerti sehingga dapat membuat ringkasan atau jalan pikiran dari apa yang telah dilihat. Untuk tahapan ini anak
tidak boleh ada kesulitan dalam menemukan kata, dapat bicara dengan
lancar, mempunyai tata bahasa yang digunakan.
Pada otak kanan (Freed, 1997)
a. Mengeja (Visual Spelling)
Proses berpikir pada individu dengan otak kanan adalah secara visual dan spasial(penglihatan dalam ruang). Anak dapat membedakan konsonan tapi sulit untuk membedakan vocal tertentu. Karena proses berpikirnya dalam ruang, mudah terjadi inverse huruf, dan terlihat seperti cermin. Karena penglihatannya 3 dimensi, maka kata yang dilihat dapat terimajinasi berotasi (dari arah atas, bawah, seperti cermin). Bentuk kata yang dilihat , diimajinasikan, lalu diingat. Setelah itu baru dapat dieja kedepan atau dieja mundur. Agar lebih mudah terperhatikan kata tersebut harus ditulis berwarna dengan masing suku kata diberi warna yang berbeda. Perlihatkan keanak selama 20 detik agar dapat terekam dipikirannya. Anak akan sulit untuk menuliskan apa yang dilihat karena harus melihat kebawah, yang mempengaruhi proses pemanggilan kembali imajinasi visualnya.
b. Membaca
Proses membaca dimulai dengan melihat kata, diubah menjadi gambar didalam pikirannya, lalu diucapkan dengan kata. Hal ini akan sulit dikerjakan karena konsentrasi anak lebih mudah beralih, informasi diproses dengan acak dan pandangan dapat melompat atau mundur dari kata yang harus dibaca. Jadi proses membaca menjadi tidak lancar; akan ada kata yang terlewati dan baris yang terlompati.
Bila anak ini mengerti konsep untuk mengubah kata menjadi gambar didalam pikirannya (mental picture), anak akan dapat membaca dalam hati. Pola belajar yang whole to part, mengakibatkan ketidak mampuan dalam belajar huruf bunyi (fonem). Anak biasanya baru dapat membaca dikelas 3, setelah perbendaharaan kata yang dilihatnya banyak. Metode phonic yang memecah kata menjadi huruf bunyi seperti yang diajarkan secara konfensional dan memerlukan proses pendengaran dan berurutan, hanya dapat dipakai untuk pola belajar otak kiri atau ke 2 otak(part to whole).Pada otak kanan dipakai metode bahasa yang menyeluruh (whole language), dimana ini akan merangsang anak untuk senang membaca dan mengerti (komprehensif), baru kemudian memperbaiki detail (ejaan dan tata bahasa).Anak diperlihatkan kata utuh dan dibacakan utuh untuk kemudian direkam dalam pikirannya (jangan dibiarkan anak untuk menebak).
c.Membaca dalam hati
Individu dengan pola belajar dengan otak kanan adalah seorang pembaca dalam hati yang ulung, dan dapat membaca dengan cepat, karena membaca adalah komprehensif (pemahaman) dan komprehensif adalah visual (sesuatu yang dapat dilihat). Pada individu dengan pola belajar memakai otak kiri walau dapat membaca cepat, belum tentu pemahamannya baik. Untuk memahami apa yang dibaca , harus dengan membaca perlahan (silent) dan pelan pelan (slowly), sehingga kata kata tersebut akan masuk kedalam pikirannya. Biasanya menggunakan catatan, sehingga penyimpanan informasinya sistimatik. Individu dengan otak kanan akan membaca dengan cepat, melakukan scanning terhadap kata kata yang ada, sehingga mendapatkan gambaran detailnya.
d. Menulis.
Merupakan hal yang paling sulit untuk dikerjakan karena koordinasi
motorikhalus umumnya juga terganggu. Orientasi visualnya yang multidimensi membuat kecenderungan untuk melakukan kesalahan dalam menyalin huruf dan angka. Terdapat kesulitan dalam mengalihkan dari gambar yang ada dipikirannya kedalam kertas dalam bentuk kata, membentuk huruf, ejaan, pemisahan kata, karena terjadi distorsi dari mental picturenya. Pada otak kiri, berpikirnya secara symbol dan dalam bentuk kata,, sehingga mudah untuk menerjemahkan pikirannya ke kertas. Pada otak kanan, sejak awal anak cenderung perfeksionis. Jadi bila terdapat kesalahan menulis yang harus diperbaiki membuatnya tidak mau menulis. Anak disuruh berbicara lambat, lalu kita menuliskan kata tersebut, beri tanda baca dan pemisahan kata; dengan demikian dia mengerti bagaimana cara menulis. Kemudian kita berbicara dengan lambat, anak disuruh menuliskan. Bila terdapat kesalahan perbaikilah
kata tersebut secara kata yang utuh.
Pada otak kiri (Njiokiktjien 1997, Njiokiktjien 2003).
a.Dapat menghitung dan mempunyai pengertian bilangan.
Sebelum anak mampu berhitung, harus ada pengertian tentang jumlah dan pengertian tentang perbedaan diantara jumlah tersebut. Saat balita anak belajar berhitung dalam situasi fisik dan konkrit,menghubungkan jumlah tersebut dengan bahasa yang diucapkan yaitu bilangan2 kemudian disusul dengan angka angka. Pengertian bilangan ( pengertian jumlah tanpa ada benda fisik /konkrit yang dapat dihitung) harus sudah dimiliki pada usia 5 tahun.
b.Bahasa pada proses berhitung
Membagi atau merubah suatu jumlah, pengertian ditambah dan dikurangi, lebih besar dan lebih kecil perlu diajarkan selama perkembangan bicara dalam bentuk gerakan dan penglihatan. Salah satu syarat untuk dapat berhitung adalah tidak mengalami gangguan perkembangan berbahasa.
c.Mengerjakan simbol simbol hitungan.
Syarat lain untuk berhitung adalah mengenal bentuk lambang hitungan,
sehingga proses berhitung dapat berlangsung.
d.Proses berhitung sentral
Operasi matematika (tambah, kurang, kali dan bagi) akan dipelajari
pada ahir periode manipulasi secara konkrit. Operasi matematika tidak
tergantung dari simbul tertulis.
e.Faktor lain pada berhitung.
Perhatian, pencaman dan daya ingat jangka pendek yang baik perlu
untuk mencongak. Juga perlu daya ingat yang baik tentang apa yang
didengar verbal. Pada mencongak juga diperlukan imajinasi penglihatan
(visual) selama hitungan hitungan belum mampu dilakukan secara otomatis. Pada operasi yang lebih besar diperlukan keberuntunan, yang
satu dulu, baru yang lain dan diperlukan urutan yang tepat serta
perencanaan.
2.8Impliksi Pembelajaran
a.Implikasi dalam Proses Pembelajaran

Implikasi bagi guru
Guru harus kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.
Implikasi bagi siswa
Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal.Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana, prasarana, sumber belajar dan media.
Pelaksanaan Pembelajaran tematik:
* Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar.
* Memanfaatkan berbagai sumber belajar
* Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi
* Masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi
Implikasi terhadap Pengaturan ruangan
* Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan.
* Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung
* Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet
* Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun diluar kelas
* Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar
* Alat, sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali
Implikasi terhadap Pemilihan metode
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode. Misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap.
b. Implikasi Prinsip Pembelajaran
Pengertian pembelajaran dapat diartikan secara khusus, berdasarkan aliran psikologi tertentu. Pengertian pembelajaran menurut aliran-aliran tersebut sebagai berikut: Menurut psikologi daya pembelajaran adalah upaya melatih daya-daya yang ada pada jiwa manusia supaya menjadi lebih tajam atau lebih berfungsi.
Psikologi kognitif, pembelajaran adalah usaha membantu siswa atau anak didik mencapai perubahan struktur kognitif melalui pemahaman. Psikologi humanistik, pembelajaran adalah usaha guru untuk menciptakan suasana yang menyenangkan untuk belajar (enjoy learning), yang membuat siswa dipanggil untuk belajar (Darsono, 2001: 24-25)
Adapun prinsip-prinsip belajar yang perlu diperhatikan terutama oleh pendidik ada 8 yaitu: perhatian, dalam pembelajaran guru hendaknya tidak mengabaikan masalah perhatian. Sebelum pembelajaran dimulai guru hendaknya menarik perhatian siswa agar siswa berkonsentrasi dan tertarik pada materi pelajaran yang sedang diajarkan.
Motivasi, Jika perhatian siswa sudah terpusat maka langkah guru selanjutnya memotivasi siswa. Walaupun siswa udah termotivasi dengan kegiatan awal saat guru mengkondisikan agar perhatian siswa terpusat pada materi pelajaran yang sedang berlangsung. Namun guru wajib membangun motivasi sepanjang proses belajar dan pembelajaran berlangsung agar siswa dapa mengikuti pelajaran dengan baik.
Keaktifan siswa, Pembelajaran yang bermakna apabila siswa aktif dalam proses belajar dan pembelajaran. Siswa tidak sekedar menerima dan menelan konsep-konsep yang disampaikan guru, tetapi siswa beraktivitas langsung. Dalam hal ini guru perlu menciptakan situasi yang menimbulkan aktivitas siswa.
Keterlibatan langsung, pelibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran adalah penting. Siswalah yang melakukan kegiatan belajar bukan guru. Supaya siswa banyak terlibat dalam proses pembelajaran, guru hendaknya memilih dan mempersiapkan kegiatan-kegiatan sesuai dengan tujuan pembelajaran.Pengulangan belajar, Penguasaan meteri oleh siswa tidak bisa berlangsung secara singkat.
Siswa perlu melakukan pengulangan-pengulangan supaya meteri yang dipelajari tetap ingat. Oleh karena itu guru harus melakukan sesuatu yang membuat siswa melakukan pengulangan belajar.
Materi pelajaran yang merangsang dan menantang, kadang siswa merasa bosan dan tidak tertarik dengan materi yang sedang diajarkan. Untuk menghindari gejala yang seperti ini guru harus memilih dan mengorganisir materi sedemikikan rupa sehingga merangsang dan menantang siswa untuk mempelajarinya.
Balikan atau penguatan kepada siswa, penguatan atau reinforcement mempunyai efek yang besar jika sering diberikan kepada siswa. Setiap keberhasilan siswa sekecil apapun, hendaknya ditanggapi dengan memberikan penghargaan.Aspek-aspek psikologi lain, setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan individu baik secara fisik maupun secara psikis akan mempengaruhi cara belajar siswa tersebut, sehingga guru perlu memperhatikan cara pembelajaran yang diberikan kepada siswa tersebut misalnya, mengatur tempat duduk, mengatur jadwal pelajaran ddl.

b.Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran
Perkembangan teori belajar cukup pesat. Berikut ini adalah teori belajar dan aplikasinya dalam kegiatan pembelajaran.
Pertama aliran tingkah laku (Behavioristik), belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Perubahan perilaku dapat berujud sesuatu yang kongkret atau yang non kongkret, berlangsung secara mekanik memerlukan penguatan. Tokoh dalam aliran ini adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner.
Aplikasi teori belajar behavioristik dalam pembelajaran, tergantung dari beberapa hal seperti tujuan pembelajaran, sifat meteri pelajaran, karakteristik siswa, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia.
Kedua aliran kognitif, belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku, menekankan pada gagasan bahwa pada bagian-bagian suatu situasi berhubungan dengan konteks seluruh situasi tersebut. Pengetahuan dibangun dalam diri seseorang melalui proses interaksi yang bersinambungan dengan lingkungan. Tokoh aliran ini Piaget, David Ausebel, Brunner.
Aplikasi teori belajar kognitif dalam pembelajaran, guru harus memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berpikirnya, anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar belajar menggunakan benda-benda kongkret, keaktifan siswa amat dipentingkan, guru menyususun materi dengan menggunakan pola atau logika tertentu dari sederhana ke kompleks, guru menciptakan pembelajaran yang bermakna, memperhatikan perbedaan individual siswa untuk mencapai keberhasilan siswa.
Ketiga aliran humanistik, belajar adalah menekankan pentingnya isi dari proses belajar bersifat eklektik, tujuannya adalah memanusiakan manusia atau mencapai aktualisasi diri. Dalam praktiknya menggunakan teori belajar Ausebel, teori Bloom, Kolb, dll.

Aplikasi teori humanistik dalam pembelajaran guru lebih mengarahkan siswa untuk berpikir induktif, mementingkan pengalaman, serta membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar.
Keempat teori belajar menurut aliran kontemporer, Teori kontemporer yang bermunculan saat ini banyak sekali di antaranya teori belajar sibernetik. Teori belajar sibernetik merupakan teori belajar yang relatif baru, jika dibandingkan dengan teori-teori belajar yang sudah dibahas sebelumnya. Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan ilmu informasi.
Menurut teori Sibernetik (Budiningsih, 2005:80-81), belajar adalah pengolahan informasi. Seolah-olah teori ini mempunyai kesamaan dengan teori kognitif yaitu mementingkan proses belajar daripada hasil belajar. Proses belajar memang penting dalam teori sibernetik namun yang lebih penting lagi adalah sistem informasi yang diproses yang akan dipelajari siswa. Informasi inilah yang akan menentukan proses bagaimana proses belajar akan berlangsung, sangat ditentukan oleh sistem informasi yang dipelajari. Tokoh teori ini Gage dan Berliner, Biehler, Snoman, Baine, dan Tennyson.
Aplikasi teori ini, untuk mendukung proses pembelajaran dalam kegiatan belajar hendaknya menarik perhatian, memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa, merangsang ingatan pada prasyarat belajar, menyajikan bahan perangsang, memberikan bimbingan belajar, mendorong unjuk kerja, memberikan balikan informatif, menilai unjuk kerja, meningkatkan retensi dan alih belajar.
Dengan memahami berbagai teori belajar, prinsip-prinsip pembelajaran dan pengajaran, pendidikan yang berkembang di bangsa kita niscaya akan menghasilkan out put-out put yang berkualitas yang mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya.



BAB III
PENUTUP
3.1Kesimpulan
Dari hasil pembahasan pada halaman sebelumnya maka dapat di tarik kesimpulan bahwa:
Dalam kehidupan anak ada dua prosese yang beroperasi secara kontinue yakni pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.Perkembangan adalah sutu proses yang kekal dan tetap menuju pada tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan proses pertumbuhan kemasakan belajar.
Otak manusia adalah massa protoplasma yang paling kompleks. Masing-masing belahan otak memiliki fungsi masing-masing yang berbeda-beda. Otak belahan kiri adalah bagian otak untuk matematika, sejarah, bahasa, verbal limit sensori input, sequential measurable, analitis komparatif, relasional, refensial, linear, logis, digital, sainsifik, dan teknologis. Sedangkan belahan otak kanan adalah bagian otak untuk diri (self), non verbal, persepsi, dan ekspresi hal-hal yang spasial, intutif, holistik, integratif, nonreferensial, gestalt, imajinasi, mistikal, dan humanistik.
3.2Saran
Dalam pendidikan harus ada kerja sama erat antara peserta didik dan pendidik, juga antara reori dan praktek.
Dengan adanya makalah ini semoga kita bisa lebih memperhatikan perkembangan peserta didik.
Peserta didik harus diberi kesempatan untuk berkenalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang abadi dan universal.
Kita harus membimbing peserta didik dalam hal belajar dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berekspresi agar potensi yang ada tidak terpendam.



DAFTAR PUSTAKA
http://journal.um.ac.id/index.php/sekolah-dasar/article/view/331
http://www.mail-archive.com/budaya-nusantara@yahoogroups.com/msg02469.html
http://bapakethufail.wordpress.com/2008/06/20/mengoptimalkan-perkembangan-kecerdasan-pada-anak-sejak-usia-dini-2/
http://www.surabaya-ehealth.org/dkksurabaya/berita/pentingnya-stimulasi-untuk-perkembangan-kecerdasan-otak-anak
http://www.unikajaya.co.cc/2009/08/perkembangan-kecerdasan-anak-anda-ada.html
http://omson.blogspot.com/2008/09/trend-perkembangan-gender.html
http://74.125.153.132/search?q=cache%3ApFU7ND-km4MJ%3Awww.akademik.unsri.ac.id%2Fdownload%2Fjournal%2Ffiles%2Fudejournal%2F_2_%2520naskah%2520marhaeni.pdf+perkembangan+gender&hl=en
http://nuritaputranti.wordpress.com/2007/11/27/kecerdasan-majemuk-multiple-intelligences/
http://info.balitacerdas.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=23
http://kecerdasanmajemuk.blogspot.com/
http://parenting.pustaka-lebah.com/?p=5
http://astaqauliyah.com/2006/03/08/kecerdasan-majemuk-kecerdasan-seutuhnya-mendidik-anak-cerdas-dan-berbakat/
http://www.dokterkimia.com/search/label/Perkembangan%20Peserta%20Didik

Karya anak bangsa yang heboh di dunia namun tak pernah kita dengar

Nama Indonesia seringkali dikaitkan dengan hal-hal negatif : terorisme, korupsi, kemiskinan, bencana, dsb. Seolah-olah tidak ada yang baik dari Indonesia. Namun, cukup banyak pula karya anak bangsa yang membanggakan dan diakui dunia. Berikut ini contohnya :

PT.PAL sukses bikin salah satu kapal terbaik didunia “Star 50? berbobot 50,000 ton. Salah satu Negara yg pesan kapal ini adl Singapura.


Di singapura gamelan jadi mata pelajaran wajib di SD pada hampir sebagian wilayahnya.


Pabrik/manufaktur Mattel (boneka Barbie USA) hanya ada 2 di dunia yaitu di China dan di Jababeka,Cikarang.


Brand internasional yg amat prestisius, Gucci,menggunakan kain tenun asli Indonesia sbg bahan bakunya.


Bunga nasional Korea Utara yg amat popular Kimilsungia berasal dari Indonesia dan diberi nama oleh Presiden RI Ir. Soekarno.

Tahukah Anda, airbridge –tangga belalai menuju pintu pesawat yg ngetrend di bandara2 dunia kali pertama dibuat oleh PT Bukaka, Indonesia.

Pejuang HAM legendaris bapak pembebasan Negara Afrika Selatan Nelson Mandela,setelah berhasil menghapus Apartheid di negerinya, mengakui bahwa perjuangannya itu diinspirasikan perjuangan Syekh Yusuf dari Makassar.

Thn 2002, dlm Special Edition TIME magazine on Asian Heroes, penyanyi Iwan Fals jd cover fullpage.


Mobil prestisius,Mercedes Benz, menggunakan knalpot buatan Indonesia, yg pengerjaannya sepenuhnya dilakukan di Purbalingga,Jawa Tengah.


Presiden RI ke-3, BJ Habibie adl pemegang 46 paten dibidang aeronautika dunia.

David Foster mengaku,lagu ciptaanya ‘To Love You More’ yg dibawakan Celine Dion terinspirasi dari musik Keroncong Indonesia.


Menara Kuala Lumpur dirancang oleh putra Indonesia, Ir.Achmad Murdijat alumni ITB.




Indofood adalah produsen mie instan terbesar di dunia


Tas Bagteria made in Indonesia telah dijajakan diberbagai etalase dimall2 kelas atas di 32 negara diseluruh penjuru dunia & dipakai Paris Hilton,Zara Phillips,Emma Thomson,& Audrey Tatou

http://www.cantiknya-ilmu.co.cc/2011/06/karya-anak-bangsa-yang-heboh-di-dunia.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+co%2FHrov+%28Cantiknya+Ilmu%29

MASALAH MINAT BELAJAR SISWA KURANG,BAHKAN MALAS UNTUK BELAJAR

Minat merupakan fenomena psikis yang tidak dapat dipaksakan, namun hal ini dapat ditumbuhkan. Minat seseorang terhadap sesuatu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor eksternal maupun faktor internal. Demikian juga halnya dengan siswa, dan untuk lebih jelasnya akan dipaparkan sebagai berikut:

1.Faktor Eksternal
a.Faktor guru
Guru sebagai pelaksana pendidikan melalui pelajaran di sekolah sangat besar pengaruhnya didalam menentukan minat belajar siswa, sebab gurulah yang pertama kali menanamkan konsep ilmu pengetahuan kepada siswa. Pada sistem pengajaran klasikal tidak semua siswa memperhatikan pelajaran yang diajarkan. Disinilah peranan guru untuk membangkitkan minat belajar siswa yang antara lain melalui penerapan berbagai metode, penjelasan tentang fungsi materi yang diajarkan dan sebagainya. Siswa yang kurang memperhatikan kepadanya diupayakan pendekatan (approach) individual sebab dengan cara ini siswa tersebut merasa diperhatikan.
Guru dikatakan seorang pendidik sebab didalamnya ia tidak hanya mengajar seseorang agar menjadi tahu beberapa hal tetapi juga melatih berbagai keterampilan terutama sikap mental anak didik. Untuk mendidik ini maka seorang guru harus sebagai pemberi contoh yang dapat diikuti anak didik. Sebab mendidik sikap mental seseorang siswa tidak cukup hanya mengajarkan sesuatu pengetahian melainkan bagaimana pengetahuan itu dididikan oleh guru melalui contoh perilaku yang baik.

Seorang guru bukan saja sebagai pendidik akan tetapi sebagai pembimbing dalam artian menuntun anak didik dalam perkembangannya dengan jalan memberikan lingkungan dan arah sesuai dengan tujuan yang di cita-citakan. Dalam hal ini membantu memecahkan plobeme-plobema yang dihadapi siswa baik perkembangan phisik ataupun mental.
Pekerjaan propesional akan senantiasa menggunakan teknik dan prosedur yang berpijak dalam landasan intelektual yang harus dipelajari secara sengaja, terencana dan kemudian dipergunakan demi keselamatan orang banyak.
Sehubungan dengan fungsinya sebagai pengajar, pendidik dan pembimbing maka diperlukan adanya berbagai peranan dari seseorang guru. Peranan guru ini akan menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan dala interaksinya, baik dengan siswa, sesama guru dan staf lainnya. Menurut sardiman (1988:142) mengemukakan beberapa peranan guru sebagai berikut :
1.Informator
2.Organisator
3.Motivator
4.Pengarah
5.Inisiator
6.Transmiter
7.Fasilitator
8.Mediator
9.evaluator

a.Faktor orang tua
Disamping guru, maka orang tua juga dapat mempengaruhi minat belajar siswa melalui fasilitas belajar dan memberikan harapan-harapan akan masa depan yang lebih cerah kepada anaknya, sehingga anak tersebut akan lebih bergairah untuk belajar.
b.Faktor lingkungan.
Terlepas dari semua faktor yang telah disebutkan diatas maka faktor sekitar atau lingkungan sangat mempengaruhi kehidupan dan kegiatannya dalam belajar, sebab disini anak didik menghadapi berbagai pola tingkah kehidupan masyarakat. Dengan melihat kejadian yang ada dalam masyarakat maka anak didik dapat menilai mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan penilaiannya itu si anak didik akan berusaha untuk mencapainya, dan hal ini akan membuatnya lebih giat belajar.

1.Faktor Internal
Suatu hal yang harus diakui bahwa setiap siswa mempunyai perbedaan dalam berbagai hal termasuk minat belajarnya. Perbedaan minat belajar siswa disebabkan oleh :
a.Pengetahuan dasar
Minat belajar siswa akan dipengaruhi oleh pengetahuan dasar yang mereka miliki. Mereka akan berminat pada pelajaran tertentu apabila dirasa pelajaran itu dirasakan mudah untuk mempelajarinya atau mereka kurang mendapat hambatan atau masalah.
b.Kemauan
Suatu pekerjaan akan berhasil apabila orang yang mengerjakan mempunyai kemauan, sehingga dengan sengaja dia melakukannya. Kemauan yang dimaksud adalah kemauan untuk belajar. Apabila seorang siswa tidak mempunyai kemauan untuk belajar maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan lancar. Tidak adanya kemauan menghambat siswa untuk belajar.
c.Perhatian
Apabila ada kemauan untuk sesuatu maka kemungkinan besar perhatian ditujukan pada hal itu. Perhatian adalah wujud dari kemauan yang diwujudkan melalui berbagai aktifitas yang berhubungan dengan kegiatan belajar. Faktor perhatian siswa terhadap mata pelajaran sangat menentukan keberhasilannya, sebab apabila mereka memperhatikan maka pasti mereka dengan mudah menguasai apa yang diajarkan. Oleh sebab itulah peranan guru yang sangat dipentingkan didalam menumbuhkan perhatian siswa terhadap mata pelajaran yang diajarkan.
d.Kesempatan
Apabila menginginkan apa yang disajikan itu dapat dimengerti oleh siswa maka hendaknya diberikan kesempatan kepada siswa agar dapat mengembangkan dirinya, berikanlah kesempatan kepada siswa agar dapat berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini dominasi guru lebih diperkecil agar siswa lebih banyak berpartisipasi aktif didalam kegiatan belajar.
Dari semua faktor yang telah diuraikan diatas, maka sehubungan dengan kegiatan belajar mengajar, penulis lebih menitikberatkan pada faktor yang berasal dari diri siswa dan faktor guru sebagai pelaksana kegiatan belajar mengajar. Guru yang menguasai materi yang diajarkan dan juga menguasai berbagai macam metode pengajaran belum dapat dikatakan mampu mengajar kalau tidak mempunyai kepribadian yang menarik bagi siswa.
Dalam proses belajar mengajar yang diharapkan adalah perubahan dalam diri siswa yang diwujudkan dengan hasil belajar yang diperoleh. Minat merupakan suatu tujuan pendidikan sebagaimana yang dikemukakan oleh Whiterington (1985 : 34) :
Minat sebagai suatu tujuan pendidikan. Oleh karena yang terdidik dapat ditandai dari adanya minat yang luas serta bernilai maka jelaslah sudah bahwa mengembangkan minat semacam itu merupakan tujuan yang penting.
Jadi minat bukan hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan tetapi juga merupakan suatu tujuan didalam pendidikan.
Dalam usaha untuk membangkitkan minat belajar siswa, maka Sardiman (1988 : 93) mengemukakan beberapa cara sebagai berikut :
a.Membangkitkan adanya suatu kebutuhan
b.Menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau
c.Memberi kesempatan untuk mendapat hasil yang baik
d.Menggunakan berbagai macam bentuk mengajar.
Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa untuk membangkitkan minat belajar siswa pertama-tama harus dibangkitkan kebutuhan. Siswa yang tidak mengetahui tentang fungsi materi yang diajarkan akan berlaku apatis dalam kegiatan belajar mengajar. Memberitahukan tentang kegunaan materi yang diajarkan akan membuat siswa untuk mengetahui materi yang disajikan.
Selanjutnya dalam hal belajar kita tidak dapat memisahkan dengan situasi pada masa lampau. Oleh karena itu perlu memperhatikan materi yang dipelajari pada hari-hari sebelumnya sehingga kegiatan tersebut merupakan rangkaian (sequence) yang berkelanjutan. Selain diberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan secara aktif dalam proses belajar mengajar sehingga memungkinkan mereka untuk memperoleh hasil belajar yang baik. dengan demikian mereka akan berbuat sesuatu, karena setiap anak berpikir sepanjang ia berbuat.
Sebelumnya telah di kemukakan bahwa minat belajar memegang peranan penting dalam kegiatan belajar. Menurut nasution (1988-84) mengemukakan bahwa belajar lebih berhasil bila dihubungkan dengan minat, dan keinginan. Jadi dapat dikatakan bahwa belajar hanya mungkinapabila minat, keinginan dan untuk apa sesuatu kita pelajari. Hal ini memang banyak kenyataan bahwa siswa yang belajar tanpa minat atau belajar karna terpaksa hanya akan menempuh ujian hasilmya adalahangka-angka semata dan mata pelajaran itu tidak adamanfaat bagi mereka. Belajar demikian adalah suatu kesia-siaan, karena tidak akan membuahkan hasil ataupun tidak terintegrasinya suatu ilmu pengetahuan kepada yang bersangkutan.

http://www.dokterkimia.com/2010/06/masalah-minat-belajar-siswa.html

Teori Tentang Minat Belajar Siswa

Minat selama ini hanya dikenal dengan sebuah keinginan yang dimiliki oleh seseorang, sehingga antara satu dengan yang lain mempunyai perbedaan dalam keinginannya. Terlepas dari anggapan tersebut, minat siswa belajar merupakan bagian penting yang perlu dikaji dalam sebuah lembaga/ sekolah, karena tidak ada sekolah tanpa proses pembelajaran, sehingga minat siswa belajar adalah kunci tercapainya visi dan misi sekolah.
Minat secara bahasa diartikan dengan kesukaan, kecenderungan hati terhadap suatu keinginan. Sedangkan arti minat menurut istilah diartikan oleh sebagian tokoh sebagai berikut :
1. Menurut Slamito, minat adalah suatu perasaan cenderung lebih cenderung atau suka kepada sesuatu hak atau aktifitas tanpa ada yang menyuruh.
2. Mahfud Shalahuddin, mengemukakan minat secara sederhana, minat adalah perhatian yang mengandung unsur- unsur perasaan.
3. Menurut Abu Ahmadi, minat adalah sikap seseorang termasuk tiga fungsi jiwa (kognisi, konasi, dan emosi) yang tertuju pada sesuatu dan dalam hubungan itu terdapat unsure perasaan yang sangat kuat.
4. Andi Mappiare berpendapat bahwa, minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka takut atau kecenderungan- kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.
Dari pemaparan menganai definisi- deinisi minat diatas dapat disimpulkan bahwa, minat adalah gejala psikis yang muncul dalam diri seseorang dan direalisasikan dengan perasaan senang dan menimbulkan perhatian yang khusus terhadap sasaran, sehingga seseorang cenderung berupaya untuk mencapai sasaran tersebut. Jadi untuk melihat reaksi dari gejala psikis tersebut dapat di pastikan dari sikap, prilaku, atau motivasi yang dimiliki oleh seseorang dalam beraktifitas.
Selanjutnya tentang teori belajar, menurut beberapa ahli dijelaskan sebagai berikut :
1. Menurut Thomas Aquinas belajar itu pada hakikatnya adalah belajar untuk berfikir, untuk itu perlu diadakan kebiasaan sejak anak didik masih muda.
2. Menurut Mauly belejar pada hakikatnya adalah proses perubahan tingkah laku seseorang berkat adanya pengalaman.
3. Menurut Gagne belajar adalah suatu proses yang memungkinkan organisme untuk mengubah tingkah laku dengan cepat dan bersifat permanen sehingga perubahan yang serupa tidak perlu terjadi berulang kali setiap menghadapi situasi baru. Belajar adalah suatu proses perubahan disposisi dan kapabilitas.
Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa, belajar merupakan proses perubahan tingkah laku dan polaa pikir seseorang yang diakibatkan karena kebiasaan dan pengalaman.

Faktor Yang Mempengaruhi Minat Siswa Belajar Muatan Lokal Budidaya Perikanan
Minat yang muncul dalam pikologis siswa merupakan sebuah gejala, sehingga munculnya minat tersebut dipengaruhi oleh beberapa factor yang menjadi penyebabnya. Faktor tersebut diantaraya; (a). Faktor Individu dan (b). Faktor Sosial.
Faktor individu
Merupakan pengaruh yang muncul dalam diri siswa secara alami, misalnya diakibatkan karena ; kematangan, kecerdasan, latihan, motivasi dan sifat pribadi.
Setiap individu mempunyai tingkat kematangan serta kecerdasan yang berbeda sehingga minat yang muncul juga tidak sama antara individu satu dengan yang lain. Misalnya, seseorang yang mempunyai kecerdasan dibidang mata pelajaran ekonomi maka akan cenderung melakukan aktifitas dibidang kerja atau koperasi. Sebaliknya sesorang yang mempunyai kecerdasan dibidang perikanan maka akan cenderung melakukan aktivitas di sawah/tambak.
Perbedaan kecerdasan tersebut terjadi karena setiap individu satu dengan yang lain mempunyai tingkat motivasi diri yang berbeda, sedangkan motivasi tersebut diperoleh melalui pengetahuan, pengalaman, atau pelatihan yang diikuti. Jadi apabila siswa dilatih dan dibiasakan untuk mengenal perikanan melalui pengajaran muatan lokal budidaya perikanan yang ada, maka secara otomatis minat belajar tersebut akan muncul dalam diri siswa.

Faktor sosial
Merupakan pengaruh yang muncul diluar individu, misalnya diakibatkan karena ; kondisi keluarga, lingkungan, pendidikan dan motivasi sosial.
Minat yang dipengaruhi oleh faktor sosial misalnya; ketika siswa hidup dalam masyarakat yang kesehariannya bersentuhan dengan padi (mayoritar petani padi), maka siswa cenderung ingin tahu dan mengenal kegiatan tersebut karena merasa menjadi bagian darinya, sebaliknya jika kesehariannya bersentuhan dengan ikan (mayoritar pekerja tambak), maka siswa cenderung ingin tahu dan mengenal lebih dalam mengenai perikanan. Jadi apabila siswa mempunyai latar belakang keluarga atau masyarakat yang beroperasi dibidang perikanan, maka minat belajar muatan lokal budidaya perikanan tersebut akan muncul dengan sendirinya.

Peran Minat Siswa Dalam Belajar
Minat mempunyai peranan penting bila dikaitkan dalam lembaga dan kurikulum pembelajarannya, karena minat mempunyai kecenderungan pada siswa untuk aktif dan respon terhadap sasarannya. Apabila sebuah kurikulum pembelajaran sekolah sudah tidak diminati, maka siswa akan cenderung pasif dan tidak memperdulikan segala usaha yang telah dilakukan oleh sekolah tersebut, sebalikanya jika kurikulum yang dilaksanakan diminati oleh siswa, maka siswa akan cenderung melakukan kegiatan yang berguna dan berjalan sesuai apa yang diharapkan oleh sekolah.
Teori tersebut dikemukakan oleh Winarno Surakhman (1980), apabila seseorang telah memutuskan minatnya pada suatu nilai maka bagian- bagian lain disekitar atau diluar pergantiannya akan menjadi kabur dan tidak dihiraukan, karena minat itulah yang mengendalikan seseorang dari bidang- bidang lain mengarah pada bidang tertentu. Pernyataan tersebut bila dikaitkan dengan minat belajar muatan lokal budidaya perikanan, maka minat siswa belajar menjadi inti dari keberhasilan dalam pengembangan kurikulum pendidikan, karena selain kesanggupan sekolah dalam membuat sebuah program, masih diperlukan ketersediaan dari target (siswa).
Peran minat sangat besar jika dikaitkan dalam pelaksanaan pembelajaran, karena dengan adanya minat siswa untuk belajar, proses pembelajaran akan dapat efektif. Sebagaimana dikatakan oleh A. Tafsir bahwa, jika murid telah berminat dalam kegiatan belajar mengajar, maka hampir dapat dipastikan proses belajar mengajar akan berjalan dengan baik dan hasil belajar juga optimal.

lalu kalau boleh bertanya, apa perbedaan antara minat belajar dengan motivasi belajar...??
trimakasih

memang membingungkan, tapi sbenarnya tidak terlalu rumit. motivasi merupakan dorongan untuk melakukan sesuatu. adanya dorongan tentu ada sumbernya, dan minat merupkan salah satu sumber motivasi, selain minat juga masih terdapat ribuan bahkan jutaan sumber motivasi lain. adanya minat menjadikan seseorang termotivasi untuk belajar.

http://bloglaskarkopi.blogspot.com/2011/02/teori-tentang-minat-belajar-siswa.html

daftar siswa yang sudah menyelesaikan tugas kimia

Inilah daftar siswa yang sudah menyelesaikan tugas kimia klas xi sma muh 1 klaten tp 2010/2011 :
1. riki gunawan x1 ipa 6 - Orang-orang yang bahagia
Riki gunawan x1 ipa 6 - Bahasa Inggris? Siapa Takut?
2. erwin sandhy xi ipa 6 - Banyak cara agar blog Anda dikunjungi banyak orang.
erwin sandhy xi ipa 6 - Cara menghilangkan rasa malas
3. Zakaria Adnan Iswandhani Kelas: XI IPA-2 - 10 hal yang tidak bisa dibeli oleh uang (baru 1 n msh kurang 1
4. nama :DINA NOVIANTI
KLAS :X1 IPA 5
NO :13 - Cara Menghilangkan Rasa Malas (sumber tak disebutkan)
DINA NOVIANTI - kata - kata hikmah (sumber tak disebutkan)
5. nama: Yunanta D A
no: 29
kelas: XI IPA 3 - Bagaimana Mengetahui Seseorang Sedang Berbohong?
Yunanta D A - Teori Tentang Minat Belajar Siswa
6. gilang surya p
XI IPA 6 - Bagaimana Mengetahui Seseorang Sedang Berbohong? (belum betul alias msh slh)
7. nama:muh bayu aji
kelas:XI ipa 6 - Cara Menghilangkan Rasa Malas
8. Farid Ahmad S. XI IPA 1 - Pengertian Kecerdasan Emosional
Farid Ahmad S. XI IPA 1 - 10 Alasan Sehat Mengapa Anda Harus Tersenyum
9.nama: zumaroh hadi ikhsan
no : 18
kl: 18 - ternyata manusia lebih bau dibanding hewan (1 artikel 1 komentar)
10. Fienda Yuliva XI IPA 5 17 - Pengertian dari proposal & Cara Belajar Efektif

Rabu, 08 Juni 2011

7 Kebiasaan Orang-orang yang Bahagia

Orang-orang yang bahagia akan memiliki kebiasaan yang membahagiakan pula; sesederhana itu. Orang-orang paling bahagia yang saya kenal memiliki 7 kebiasaan yang terlihat jelas dalam diri mereka. Jika anda ingin membuat hidup anda lebih bahagia, anda mungkin dapat mempertimbangkan untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan berikut ini dalam kehidupan anda.

“Sebagian orang merasa bahagia sesuai dengan apa yang mereka pikirkan”.
- Abraham Lincoln -

1. Ikut Ambil Bagian dalam Sesuatu yang Anda Minati – Anda bisa mengikuti kegiatan apapun. Anda bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan yang bersifat religius, bergabung dengan kelompok yang mendukung tujuan tertentu, atau menapaki karir anda dengan tekun. Dalam setiap kegiatan yang anda pilih, hasil psikologis yang diraih mempunyai sifat sama. Anda ikut ambil bagian sepenuhnya dalam kegiatan yang anda minati. Kegiatan semacam ini akan memberikan kebahagiaan dan makna dalam kehidupan anda.

2. Habiskan Waktu Bersama Teman-Teman dan Keluarga – Kehidupan yang bahagia adalah kehidupan yang anda lalui bersama teman-teman dan keluarga. Semakin kuat hubungan pribadi yang anda miliki serta semakin kerap interaksi bersama teman-teman dan keluarga, maka semakin bahagia pula anda.

3. Pikirkan Hal-hal yang Positif – Seringkali orang terlalu berkonsentrasi pada hal-hal negatif dan tidak menyisakan waktu untuk merefleksikan hal-hal yang berhasil mereka raih secara positif. Merupakan hal yang alami bagi seseorang untuk mengkoreksi keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka dan memfokuskan diri mereka pada hal tersebut, namun harus terdapat keseimbangan dalam menempatkan diri anda. Sangatlah penting untuk merefleksikan hal-hal baik yang anda peroleh sementara anda mengkoreksi hal-hal yang buruk. Mengingatkan diri anda terus menerus terhadap kesuksesan pribadi yang anda raih setiap harinya akan memiliki dampak positif yang sangat berarti dalam kebahagiaan emosional anda.

4. Gunakan Sumber Daya yang Anda Miliki – Orang rata-rata biasanya merasa kagum ketika mereka melihat seseorang yang memiliki kekurangan fisik memperlihatkan tanda-tanda kebahagiaan secara emosional. Bagaimana mungkin seseorang yang berada dalam kondisi fisik seperti itu bisa terlihat begitu bahagia? Jawabannya terletak pada bagaimana mereka menggunakan sumber daya yang mereka miliki. Stevie Wonder tak bisa melihat, jadi ia menggunakan kemampuan mendengarnya dalam dunia musik, dan ia sekarang memiliki 25 piala Grammy sebagai bukti.

5. Ciptakan Akhir yang Bahagia Setiap Waktu – Kekuatan dari akhir merupakan sesuatu yang mengagumkan. Akhir dari sebuah pengalaman yang dialami seseorang dapat mengubah persepsi keseluruhan orang tersebut. Bayangkan anda sedang membaca sebuah novel yang memprovokasi pikiran anda. Sekarang bayangkan bagian akhir dari novel tersebut ternyata sangat buruk. Meskipun cerita nya sangat menegangkan hingga saat-saat menjelang akhir, apakah anda akan tetap merekomendasikan novel tersebut pada orang lain? Orang selalu mengingat bagian akhirnya. Jika bagian akhir tersebut berakhir bahagia, maka pengalaman tersebut juga menciptakan perasaan bahagia. Selesaikan apa yang sedang anda kerjakan, selesaikan dalam keadaan baik, dan ciptakan akhir yang bahagia dalam kehidupan anda jika memungkinkan.

6. Gunakan Kekuatan Pribadi Untuk Menyelesaikan Sesuatu – Setiap orang memiliki kekuatan pribadi yang unik. Kita memiliki bakat dan keahlian yang berbeda. Kebahagiaan emosi akan datang secara alami pada mereka yang menggunakan kekuatan pribadinya untuk menyelesaikan sesuatu. Ketika anda berhasil mencapai sesuatu karena keahlian anda sendiri, maka penghargaan psikologis yang anda peroleh sangatlah bernilai.

7. Nikmati Setiap Kebahagiaan yang Anda Raih – Hal-hal terbaik yang bisa anda nikmati di dunia ini sifatnya gratis. Hal-hal tersebut muncul dalam bentuk yang sederhana dan muncul di hadapan anda pada waktu dan tempat yang tidak bisa anda duga. Kebahagiaan semacam ini diatur oleh alam dalam situasi tertentu dan ditangkap oleh panca indera kita. Momen semacam ini mungkin saja muncul saat anda sedang melihat pantulan sinar matahari terbenam dari sebuah kolam ketika anda sedang menggenggam tangan orang yang anda sayangi. Menyadari kemunculan momen-momen semacam ini akan menimbulkan kebahagiaan tak terduga dalam kehidupan anda.
http://www.akuinginsukses.com/7-kebiasaan-orang-orang-yang-bahagia/

Bagaimana Mengetahui Seseorang Sedang Berbohong?

Mampu mengetahui seseorang sedang berbohong kepada anda akan sangat membantu kehidupan anda menjadi lebih baik. Coba anda bayangkan sebentar saja …
- Apakah anda mempunyai perasaan yang tidak nyaman jika anda tidak dapat segera mengetahui bahwa seseorang sedang memceritakan sebuah kebohongan kepada anda?
- Apakah anda menjalani sebuah kehidupan dimana anda berkomunikasi dengan banyak orang dan seringkali anda mempunyai sebuah perasaan sepertinya seseorang sedang berbohong kepada anda tetapi anda tidak dapat mengidentifikasinya siapa?

Sebetulnya jawabannya adalah sederhana. Lihatlah gerak-gerik lawan bicara anda, lihatlah mata dan senyumannya. Kenapa? Karena ….. bahasa tubuh tidak dapat berbohong.

Saya yakin kita semua pernah mendapatkan suatu pengalaman dimana kita mendengarkan seseorang bercerita dan meskipun kata-katanya terdengar masuk akal dan nyata, tetapi ada ‘sesuatu’ yang memberitahukan kepada kita bahwa sepertinya orang ini tidak menceritakan sebuah kebenaran. ‘Sesuatu’ ini sebetulnya adalah sebuah pesan dari otak yang ingin melindungi kita. Otak kita mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk membaca dengan cepat semua yang kita lihat serta menguraikan tanda-tanda/sinyal-sinyal. Semakin sering kita melatih otak kita untuk menganalisa sesuatu, semakin cepat dan akurat kemampuan otak kita.

Ada 2 cara orang-orang saling berinteraksi: kata-kata dan bahasa tubuh. Kadang-kadang satu dari dua cara ini mendominasi yang lain, tetapi biasanya mereka bertindak bersama-bersama. Secara singkat cara kerjanya adalah sebagai berikut : setelah otak menganalisa kata-kata dan bahasa tubuh lawan bicara kita, otak akan mengirimkan suatu pesan kepada kita, yang akan membuat kita bereaksi positif atau negatif seperti kecurigaan, keyakinan atau keraguan.

Ketika 2 cara ini, kata-kata dan bahasa tubuh memperlihatkan suatu sinkronisasi, artinya kita dan lawan bicara kita berhasil mendapatkan suatu komunikasi yang efektif dan informasi yang disampaikan adalah sebuah kejujuran. Tetapi bagaimana jika ada kontradiksi antara kata-kata yang diucapkan dengan cara kita mengucapkannya? Saya pernah membaca bahwa ada lebih dari 1 juta bahasa tubuh. Jadi kita disini berbicara tentang tanda-tanda/sinyal-sinyal yang luar biasa banyaknya. Tetapi sekali lagi seperti yang telah saya katakan diatas, semakin sering kita menganalisa bahasa tubuh ini, semakin pandai juga kita mengartikan apakah lawan bicara kita sedang bicara kebohongan atau kejujuran. Kadang-kadang kita harus mengkombinasikan 2 sampai 3 bahasa tubuh untuk mendapatkan suatu kesimpulan yang akurat.

Sebelum kita berbicara lebih lanjut bagaimana mengetahui seseorang berbohong atau tidak, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu 4 tipe pembohong :

1. Pembohong Sesekali

Kita semua pasti pernah melakukan kebohongan selama hidup. Pembohong sesekali tidak biasa berbohong, hanya karena beberapa alasan mereka melakukannya, mungkin karena ingin melindungi dirinya, temannya, orang yang ia cintai atau seseorang yang lain. Perlu diketahui bahwa di balik setiap kebohongan selalu ada ketakutan. Ketakutan untuk menghadapi suatu kenyataan. Pembohong sesekali memikirkan betul-betul apa yang akan diucapkannya sehingga tampak masuk akal. Tetapi karena mereka tidak biasa berbohong, bahasa tubuhnya tetap memperlihatkan banyak tanda/sinyal yang menunjukkan bahwa mereka sedang berbohong. Sehingga tidak terlalu sulit mengidentifikasi tipe pembohong seperti ini.

2. Pembohong Berkali-kali

Pembohong berkali-kali adalah orang-orang yang berbohong ‘dengan teratur’. Tidak seperti pembohong sesekali, pembohong berkali-kali tidak mempunyai waktu untuk berpikir tentang kebohongan karena mereka berbohong sepanjang hidupnya. Tetapi mereka sebetulnya menyadari bahwa mereka berbohong. Orang-orang ini sering terjebak dengan tindakan yang mereka lakukan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.

3. Pembohong Alami

Pembohong alami adalah orang-orang yang berbohong secara terus menerus dan seringkali mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berbohong. Bahasa tubuh mereka pun terlihat sangat alami, karena terbiasa berbohong. Namun ketika mereka ditekan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan, bahasa tubuhnya memperlihatkan adanya kontradiksi yang mengidentifikasikan bahwa mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Tipe pembohong alami agak mirip dengan pembohong berkali-kali. Mungkin anda pernah mendengar istilah ’sok tahu’, ya ini adalah salah satu contoh tipe pembohong alami.

4. Pembohong Profesional

Jenis pembohong ini berbohong untuk suatu tujuan tertentu atau sengaja ingin mengelabui kita. Mereka mempelajari segala kemungkinan dan mengetahui persis apa yang ingin mereka ucapkan. Mereka membuat skenario, memperhitungkan resiko kegagalan dan membuat rencana-rencana cadangan. Meskipun mereka terlatih untuk menggunakan bahasa tubuhnya, tetapi selalu ada ada hal kecil yang terlewatkan oleh mereka. Kita dapat mengetahui hal-hal kecil tersebut dengan sering mengamati tentu saja. Salah satu contoh tipe pembohong seperti ini adalah salesman, mohon maaf sebelumnya yang saya maksudkan disini adalah salesman yang terlalu berlebihan mempromosikan suatu produk padahal produknya sendiri mempunyai kualitas yang sangat rendah. Contoh yang lain adalah para politikus yang korup, mereka sengaja mengelabui publik untuk kepentingan pribadi.
Bagaimana anda dapat mengetahui bahwa seseorang sedang berbohong?

Tidak harus menjadi seorang psikolog untuk dapat mempelajari dan mengetahui bahwa seseorang sedang berbicara kebohongan atau kejujuran. Seorang psikolog yang sudah mahir dapat mengetahui persis pasiennya sedang berbohong atau tidak, seperti psikolog yang mewawancara Putri Diana saat itu. Dia menyatakan bahwa Putri Diana berkata jujur ketika diwawancarai perihal perselingkuhan suaminya, Pangeran Charles.

Anda pun bisa menganalisa seperti itu dengan latihan yang terus menerus tentu saja. Psikolog pun bisa karena mereka terbiasa membaca dan menganalisa orang setiap harinya.

Seperti yang telah disebutkan diatas ada 1 juta bahasa tubuh yang berbeda, saya akan merangkum beberapa yang umum saja yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong atau tidak :

1. Posisi tubuh dapat menjadi bukti yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong, karena disadari ataupun tidak disadari ada hubungan yang kuat antara pikiran dan ekspresi.

2. Nafas yang tiba-tiba. Dalam setiap kebohongan, detak jantung akan meningkat dan nafas akan menjadi dangkal/cepat. Biasanya pembohong akan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan perasaannya. Cara ini juga yang diterapkan oleh mesin pendeteksi kebohongan, yaitu dengan mengukur detak jantung orang yang sedang diinterogasi/diwawancara.

3. Kegelisahan di bagian-bagian tubuh. Hal ini dapat terlihat dengan berbagai cara, tergantung dari orangnya. Gerakan yang gugup akan menarik perhatian kita terutama dapat kita rasakan ketika kita berbicara dengan seseorang yang kita kenal dan orang tersebut melakukan gerakan yang tidak seperti biasanya. Berikut adalah contoh kegelisahan di bagian-bagian tubuh :

- Gerakan tubuh yang maju-mundur, apakah dalam posisi duduk maupun berdiri.

- Posisi yang tiba-tiba berubah. Sebagai contoh, lawan bicara kita sedang menyilangkan salah satu kakinya diatas kaki yang lain, dan ketika mulai menjawab pertanyaan kita, dia merubah posisi kakinya. Orang yang berbohong, sekalipun dia seorang profesional, akan merasakan ketidaknyamanan ketika dia berbohong. Tubuh akan selalu menyesuaikan perasaan kita tanpa kita sadari, jadi posisi yang tiba-tiba berubah ini adalah sinyal yang baik yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong.

- Gerakan-gerakan yang tidak disadari dari tangan dan kaki. Sebagai contoh: menggoyangkan kaki, menggoyangkan tangan diatas meja, kedua tangan direkatkan kuat-kuat, kedua paha saling menekan bersama-sama. Jika lawan bicara kita sedang dalam posisi duduk dan kemudian ia merubah arah telapak kaki ke arah yang lain, itu juga merupakan tanda bahwa orang tersebut sedang berbohong.

- Senyuman yang palsu. Senyuman identik dengan keakraban dan kepercayaan, dan para pembohong seringkali menyalahgunakannya. Jadi bagaimana membedakan senyuman pembohong? Para pembohong biasanya akan tersenyum cukup sering dan tiba-tiba, yang sebetulnya tidak pada tempatnya dia harus tersenyum.

- Terlalu banyak aksi-aksi ’sok akrab’, seperti : menepuk punggung anda, menyentuh anda ataupun mendekatkan posisinya pada anda. Lawan bicara anda akan merasa kikuk ketika berbohong sehingga mereka akan menyembunyikan kekikukannya dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut. Akan sangat sulit memutuskan bahwa seseorang sedang berbohong jika dia melakukan tindakan-tindakan yang bersahabat seperti itu. Ini adalah respon manusia yang alamiah. Tetapi tetap perlu diingat, bahwa jika anda merasa bahwa keakraban dari lawan bicara anda sudah berlebihan, berhati-hatilah.

Satu lagi, sebuah kata bijak yang sangat populer mengatakan bahwa “ketika seseorang berbohong akan terlihat jelas di matanya.”, mungkin anda juga pernah mendengarnya. Tapi bagi saya cara ini cukup sulit dilakukan dibandingkan cara-cara diatas.

Para pembaca yang budiman, mudah-mudahan nanti ketika anda sedang berbicara dengan seseorang, anda sudah dapat menganalisa apakah orang tersebut sedang berbohong kepada anda atau tidak. :)

http://www.akuinginsukses.com/category/kreativitas/